Kisah Di Balik Tagar Viral #PercumaLaporPolisi

0
628

Jakarta, LiputanIslam.com– Tagar ‘Percuma Lapor Polisi’ sempat memasuki trending topic Twitter. Tagar ini mulanya muncul usai viralnya dugaan kepolisian yang tidak memproses laporan soal pemerkosaan tiga anak di bawah umur. 

Polisi Luwu Timur, Sulawesi Selatan diduga menghentikan kasus tiga anak yang diperkosa ayah kandungnya dengan alasan belum ada cukup bukti.

Diketahui, akun @projectm_org pertama kali memuat kasus ini dalam website dan Twitter hingga mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Dalam cuitannya, @projectm_org membuat tagar ‘percumalaporpolisi’.

Sebagian besar netizen ikut prihatin terhadap kasus yang terjadi. Selain itu, mereka menuntut kasus tersebut diusut tuntas.

“Negara ini lucu lucu nggak lucu. Gimana deh, Mabes bilang ‘bisa dibuka kalau ada bukti baru’? Ini bukan pengadilan yang minta sidang baru. Ini ada korban melapor. Yah, tugas polisi cari buktinya. Kalau kta disuruh cari bukti sendiri, polisi ngapain?” tulisan seorang netizen dari akun @_haye_.

Tagar ‘percumalaporpolisi’ kemudian dicuitkan lebih dari 25,9 ribu kali. Sebagian netizen tidak hanya membicarakan kasus pemerkosaan itu, namun juga cerita personal tentang pengabaian polisi.

Salah satu cuitan disampaikan oleh aktivis muda Ravio Patra di akunnya @raviopatra:

“Saya, Diculik & diperiksa tanpa kuasa hukum, Diserang propaganda habis-habisan, Kehilangan rasa aman & benda-benda pribadi dan sampai hari ini sudah 17+ bulan digantung walau mereka sudah punya bukti saya tidak bersalah. Digantung tanpa tali. #PercumaLaporPolisi” tulisnya. 

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) @KontraS pun angkat suara terkait keberadaan tagar ini. 

Kontras mengaku kecewa terhadap kinerja Polri yang seringkali tidak menindaklanjuti pelaporan dan gagal mengungkap kebenaran, 

“Tidak hanya sekali dua kali Kepolisian @DivisiHUmas_Polri tidak menindaklanjuti pelaporan. Keadilan dan pengungkapan kebenaran yang diharapkan sering kali terbenam begitu saja,” bunyi cuitan KontraS. (ra/seputartangsel.pikiranrakyat)

DISKUSI: