KH Said Aqil Siroj: Komitmen NU Terus Jaga Islam Moderat

0
133

Sumber: muslimobsession.com

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa NU berkomitmen terus menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, Islam yang moderat. Komitmen NU ialah membumikan Islam yang ramah, sejuk, dan toleran sesuai dengan karakteristik masyarakat Nusantara.

Menurutnya, posisi Indonesia yang berada di dua kekuatan besar yakni Australia dan China yang keduanya non-Muslim harus dijaga dengan Islam moderat. “Kalau kita tidak moderat dan toleran, barangkali kita menjadi salah satu sasaran bagi mereka,” ucapnya di Jakarta pada Kamis (30/1).

Kiai Said mengatakan bahwa model Islam moderat menjadi prinsip sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an. Namun begitu, menerapkan Islam moderat memang tidak mudah karena harus menggabungkan antara teks, yakni Al-Qur’an dan Hadits dengan akal baik kolektif maupun individual. Sebab, kalau hanya teks saja akan menimbulkan sikap yang radikal. Adapun jika hanya mengandalkan akal akan menjadi liberal.

Wasathiyah itu atau moderat itu gabungan antara teks yang kita anggap suci, yaitu Al-Qur’an dan hadits dan akal. Akalnya para ulama tapi, bukan akalnya kita-kitaan. Dengan gabungan itulah lahirlah sikap wasathiyah dan itulah madzhab Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.

Indonesia juga dinilai beruntung memiliki ulama-ulama moderat. Pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dengan hubbul wathan minal iman (nasionalisme bagian dari iman) berhasil memadukan hubungan baik antara negara dan agama. sehingga tidak perlu lagi perdebatan dan pertentangan antara agama dan nasionalisme.

Baca: PBNU: Ada Empat Etika yang Harus Dipegang Dalam Dakwah

“Mbah Hasyim Asy’ari satu-satunya ulama di dunia yang berhasil menggabungkan, mengharmoniskan hubungan agama dan politik, politik kebangsaan dengan jargon yang terkenal hubbul wathan minal iman,” tambah Kiai Said. (aw/NU/kompas).

DISKUSI: