Selama Pandemi, Muhammadiyah Sebut Islam Harus Bantu Solusi Hingga Program #RamadhandiRumah

0
283

Sumber: Muhammadiyah

LiputanIslam.com — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nasir mengatakan Islam sebagai agama yang mencerahkan dan seharusnya ikut memberi solusi dalam mengatasi pandemi COVID-19, bukan justru menambah persoalan.

“Maka kita bisa melihat bahwa Islam itu harus memberi solusi, memberi pemecahan dan Islam harus menjadi penerang. Jadikan Islam sebagai solusi, lebih-lebih saat darurat bukan malah menambah masalah,” kata Haedar dalam pengajian daring yang dipantau dari Jakarta, Jumat (24/4).

Dia mengatakan salah satu solusi nyata Muslim dalam mewujudkan Islam sebagai pencerahan adalah dengan menahan diri di masa wabah COVID-19 untuk tidak beribadah secara kolektif di rumah ibadah sementara ini.

“Harus memberi solusi di tengah musibah, lalu ibadahnya tetap tapi dengan mencegah rantai penularan, kita mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Menurut dia, dengan tidak beribadah di masjid pada bulan Ramadhan ini dan untuk sementara waktu bukan berarti tidak menjalankan perintah agama. Namun, tetap beribadah hanya caranya saja yang berbeda.

Imbauan tidak beribadah di masjid, kata dia, bukan merupakan upaya menyebar paranoid atau ketakutan berlebihan terhadap virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

Ketum Muhammadiyah mengatakan ada narasi yang dibangun segelintir elemen masyarakat yang menyebut orang beriman agar tidak takut pada virus corona. Narasi itu bukan menjadikan Islam sebagai agama yang mencerahkan tetapi justru menggelapkan kehidupan.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan Program #RamadhandiRumah dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan 1441 Hijriah di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Langgar PSBB, 76 Perusahaan di Jakarta Disegel

Ketua Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Samsudin melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu, mengatakan Muhammadiyah akan menggencarkan kampanye #RamadhandiRumah mulai hari ini dengan menghadirkan sejumlah panduan. (Ay/Antara)

DISKUSI: