Ketua MSI Dorong Sejarah PDRI Masuk Kurikulum Nasional

0
94

Sumber: republika.co.id

Dharmasraya, Liputanislam.com– Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Cabang Sumatera Barat, Wanofri Samry mengatakan bahwa sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) adalah peristiwa penting bagi bangsa Indonesia. Sebab tanpa adanya PDRI, maka tidak akan ada Republik Indonesia hari ini.

“Minimal sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi, nanti bagaimana sejarah PDRI  harus masuk kurikulum pelajaran siswa dan mahasiswa,” ucapnya  di Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumatera Barat pada Kamis (2/1).

Wanofri menegaskan bahwa PDRI merupakan bagian penting dari perjalanan Republik Indonesia. Suatu fakta sejarah yang tak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Karena itu, ia mendorong dan berharap sejarah PDRI masuk dalam kurikulum pendidikan nasional agar generasi muda mengetahui dan mengambil pelajaran dari peristiwa penting itu.

Terkait perjalanan perjuangan PDRI, ia menjelaskan bahwa Sungai Dareh adalah daerah penting dalam pemerintahan darurat tersebut. “Sungai Dareh menjadi lintasan perjalanan dan titik koordinat pertemuan Ketua PDRI Syafrudin Prawinegara dan tokoh lainnya, tokoh-tokoh ini juga pernah tinggal di Sungai Dareh untuk merumuskan strategi sebelum dilaksanakan konferensi besar di Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung,” terangnya.

Baca: Kiai Said: Pagar Nusa Semakin Solid Bela Ulama dan Bangsa

Sementara, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyatakan, Sungai Dareh pernah menjadi ibukota negara. Pasalnya, selama empat hari Ketua PDRI tinggal dan melakukan rencana kegiatan pemerintahan. “Selama di Dharmasraya, Pak Syafruddin Prawiranegara melaksanakan pidato di hadapan masyarakat menjelaskan masalah PDRI. Selain itu rombongan juga mengujicoba radio dan sempat menyiarkan ucapan selamat tahun baru,” tambahnya. (aw/republika/goriau).

 

DISKUSI: