Kejar Target Ekspor, Pemerintah Genjot Produk Peternakan

0
100

Sumber: investor.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah menargetkan ekspor produk peternakan pada 2020 meningkat 13 persen dari 258.598 ton menjadi 290.845 ton. Dengan target tersebut, nilai ekspor akan meningkat 17 persen menjadi Rp 10,90 triliun.

Untuk mengejar target ekspor tersebut, pemerintah terus mendorong beberapa komoditas peternakan agar bisa memperbesar porsi ekspor ke sejumlah negara.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan) Fini Murfiani mengatakan, beberapa komoditas peternakan memiliki potensi ekspor yang cukup besar, seperti sarang burung walet, daging ungags, dan telur.

Baca: Kementan Ekspor Produk Peternakan ke Jepang dan Timor Leste

Fini menyebutkan, sarang burung walet potensi produksinya mencapai 2.000 ton setiap tahun, daging unggas berpotensi surplus 233.512 ton, dan telur diprediksi surplus 178.962 ton.

“Realisasi ekspor untuk sarang burung walet saat ini sekitar 1.100 ton dan produk ini tidak banyak dikonsumsi di dalam negeri sehingga sangat potensi untuk ditingkatkan ekspornya. Kalau daging unggas ada potensi untuk memperluas pasar selain ke Jepang, Timor Leste, dan Papua Nugini,” ujar dia.

Dia menuturkan, saat ini pihaknya tengah menjajaki pasar-pasar potensial untuk meningkatkan penetrasi produk peternakan Indonesia. Selain itu, dia mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mewujudkan target ekspor ini, yaitu dengan menjalin kerja sama dan harmonisasi persyaratan teknis baik secara bilateral maupun multilateral.

“Beberapa negara yang potensial untuk dikembangkan sebagai pasar ekspor yang saat ini sedang dijajaki antara lain negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, dan Qatar, serta beberapa negara di Afrika seperti Maroko, Nigeria, dan Ethiopia. Semua ini merupakan target untuk perluasan pasar produk peternakan,” jelasnya. (sh/republika/ekonomi.bisnis)

DISKUSI: