Kasus Somasi, Anggota DPD Tuntut Luhut Buktikan Tidak Main Tambang

0
482

Sumber: Riaunews

Jakarta, LiputanIslam.com– Wakil Ketua I Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Papua, Filep Wamafma mengatakan bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan harus membuktikan bantahannya soal tudingan berbisnis tambang di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua, dengan data.

Diketahui dari CNN Indonesia, tudingan ‘main tambang’ itu sebelumnya dikatakan oleh Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dalam video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!’ Video itu diunggah oleh pengacara Haris Azhar di kanal Youtube miliknya pada 20 Agustus 2021.

Akibat adanya tudingan ini, Luhut melayangkan somasi kepada Haris. Luhut membantah jika dia ‘main tambang’ itu di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. 

Filep Wamafma mengatakan, Luhut semestinya tidak melayangkan somasi, namun langsung merilis data-data terkait bantahan itu ke publik.

“Kalau tidak benar, silakan buka data yang benar ke publik. Data ya dilawan dengan data!” ujarnya pada Minggu (29/8).

Menurutnya, publik tidak somasi, namun kebenaran data. 

Ia juga menyebut tindakan Luhut itu terkesan emosional dan kekanak-kanakan.

“Rakyat Papua butuh jawaban, bukan somasi terkait dengan temuan tersebut. Somasi tidak dapat menghilangkan keresahan dan ketakutan rakyat Papua,” tambahnya. 

Sementara itu, Filep menilai kajian KontraS itu hanya menyebut nama-nama di balik konsesi tambang di Papua. Namun, menurutnya, data itu tidak bisa dianggap main-main, justru harus ditindaklanjuti bila ingin memperbaiki Papua.

Sebab, data itu menunjukkan ada praktik bisnis militer kedua di Intan Jaya dan potensi kepentingan ekonomi yang besar. Ia tidak ingin sumber daya alam Papua dijadikan kepentingan investasi dan politik karena seharusnya memberi kesejahteraan untuk masyarakat setempat. (ra/detik)

DISKUSI: