Kasus Positif Corona Meningkat, MTI: Sektor Ekonomi Yang Bergerak Harus Dipilih

0
119

Sumber: cnnindonesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah telah menerapkan kebijakan new normal untuk mendongkrak ekonomi yang terkapar akibat pandemi virus corona (Covid-19). Akan tetapi, jumlah penularan Covid-19 terus naik karena aktivitas di ruang publik meningkat.

Pada Kamis (11/6), jumlah kasus pasien positif Covid-19 tercatat bertambah 979 orang dengan kasus meninggal bertambah 41 orang. Kemudian, pada Jumat (12/6), kasus positif Covid-19 semakin naik menjadi 1.111 orang dengan kasus meninggal 48 orang.

Ketua Bidang Advokasi Kemasyarakatan Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, pemerintah seharusnya mendata ulang sektor mana saja yang mesti kembali beroperasi penuh.

Baca: Mei 2020, Indeks Keyakinan Konsumen Melemah

“Ekonomi memang harus pulih, tapi perlu dipilih-pilih sektor ekonomi mana yang harus bergerak dulu. Intinya sektor-sektor esensial perlu dilepas terlebih dahulu di era kebiasaan baru,” kata dia, Sabtu (13/6).

Dia mengatakan, untuk menjalani new normal perlu kehati-hatian dan tanggung jawab semua pihak terkait mobilitas warga. Saat ini, penanganan Covid-19  baru sebatas di hilir saja, membatasi kapasitas penumpang dan sejenisnya.

Namun, di hulu masih terlihat kedodoran membatasi pergerakan masyarakat dengan travel demand management (MDM). Untuk itu, menurutnya, sektor non esensial harus dilepas berlakangan saat pandemi sudah mengalami penurunan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan, tidak semua sektor ekonomi boleh beroperasi, hanya sektor yang punya risiko rendah penyebaran Covid-19 yang diizinkan berjalan.

“Sektor ekonomi yang dampak penularan rendah tapi ekonominya tinggi yang didahulukan,” kata Jokowi. (sh/ekonomi.bisnis/kontan)

DISKUSI: