Kasus Mahasiswa Dibanting Polisi, Ini Tindak Lanjut dari Propam 

0
2845

Sumber: IDN Times

Jakarta, LiputanIslam.com– Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah menindaklanjuti laporan terkait pembantingan tubuh seorang mahasiswa oleh kepolisian Banten. 

Menurut Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri terkait pemeriksaan terhadap Kapolres Tangerang dan Kapolda Banten, buntut peristiwa ‘smackdwon’ demonstran oleh anggota kepolisian.

“Itu nanti akan kita koordinasi dengan Itwasum terkait dengan manajerial,” kata Sambo di Gedung Komnas HAM, Selasa (19/10).

Sambo menjelaskan bahwa pihaknya akan mencari tahu soal kemungkinan koordinasi yang tidak berjalan di antara dua pimpinan wilayah tersebut sehingga terjadi insiden pembantingan tersebut. 

Sebelumnya, Ketua Umum Poros Mahasiswa Banten, Mukhlas mengadukan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho ke Propam Polri atas dugaan ketidakprofesionalan Kapolda Banten dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa.

Polda Banten dianggap melakukan tindakan represif dan penyalahan prosedur saat pengamanan massa aksi. 

Salah seorang anggota kepolisian membanting punggung peserta demonstrasi hari jadi Tangerang bernama Fariz ke trotoar. Aksi yang mirip adegan smackdown ini terekam dalam sebuah video dan tersebar di media sosial. Setelah dibanting, Fariz tampak kejang-kejang hingga tak sadarkan diri.

Setelah itu, peristiwa ini menjadi sorotan publik. Polisi tersebut, Brigadir NP, kemudian meminta maaf kepada Fariz dan orang tuanya di Mapolresta Tangerang.

Selang beberapa hari kemudian, kondisi Fariz memburuk. Ia sempat mengalami muntah dan sulit menggerakkan lehernya. Fariz kemudian juga diketahui menjalani perawatan di Rumah Sakit Ciputra Hospital, Citra Raya Kabupaten Tangerang. (ra/cnn)

DISKUSI: