Kadin: Pencoretan RI dari Daftar Negara Berkembang Berdampak pada Dunia Usaha

0
3

Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pencoretan Indonesia dari status negara berkembang oleh AS akan berdampak pada daya saing usaha di Indonesia.

Rosan menyampaikan, kebijakan AS tersebut dapat memberatkan pengusaha karena beberapa fasilitas perdagangan dari AS kemungkinan akan dihilangkan.

“Terus terang ini akan mempengaruhi daya saing kami karena keistimewaan atau relaksasi yang kami terima ini kemungkinan besar bisa dihilangkan,” ujar dia di Jakarta, Senin (24/2).

Baca: Dicoret AS dari Negara Berkembang, Ekonom: Indonesia Belum Jadi Negara Maju

Dia menilai, pemerintah perlu bernegosiasi dengan AS terkait pencoretan Indonesia dari daftar negara berkembang sehingga negeri paman sam tersebut bisa meninjau kembali kebijakannya.

“Jadi memang diperlukan lobi-lobi dari pemerintah untuk bisa memastikan relaksasi ini, apakah masih dapat dinegosiasikan lagi,” kata dia.

Dia menuturkan, pengusaha sebenarnya telah melakukan antisipasi atas hal ini dengan mempertahankan daya saing. Salah satunya dengan meningkatkan produktivitas industri dan kualitas barang Indonesia.

“Karena ujung-ujungnya kalau barang bagus, walaupun harganya enggak kompetitif, pasti akan memilihnya negara yang memiliki competitiveness yang lebih tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa meminta AS untuk tetap mempertahankan beberapa fasilitas yang selama ini diberikan ke Indonesia. Sebab, meski Indonesia termasuk kategori negara berpendapatan menengah ke atas, tapi tetap masih membutuhkan dukungan internasional.

“Baru saja naik kelas, mestinya tidak bisa ditinggal serta-merta seperti itu, kita tetap memerlukan dukungan internasional,” ujarnya.

Dia menyebutkan, keputusan AS mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang akan berdampak terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Sebab, beberapa fasilitas yang sebelumnya diterima akan dicabut, seperti pinjaman yang tidak lagi murah.

“Tapi tidak terlalu mahal, karena kita masih di tengah,” ucapnya. (sh/kompas/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS: