Jokowi Tegaskan Pembangunan Ibu Kota Baru Bentuk Kerjasama Bukan Hutang

0
111

Sumber: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com — Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah tidak berutang dalam bentuk apapun untuk membangun ibu kota baru, melainkan melalui upaya kerjasama.

“Yang kita tawarkan tidak ada pinjaman, tidak ada ‘government guarantee’ (penjaminan pemerintah), enggak ada, jadi semua kerja sama,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara diskusi dengan wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (17/1).

Jokowi menjelaskan, skema kerja sama yang akan dilakukan dengan pihak swasta yakni berupa Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Presiden Jokowi sebelumnya memperkirakan butuh dana Rp466 triliun untuk membangun ibu kota.

Untuk membangun ibu kota baru yang terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pemerintah juga sudah meminta tiga tokoh internasional untuk duduk sebagai Dewan Pengarah.

Ketiganya adalah Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohammed Zayed bin Al Nahyan, CEO Softbank Masayoshi Son, dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Ketiganya disebut akan membantu pemerintah dalam membangun kepercayaan pihak swasta untuk berinvestasi di ibu kota negara baru.

Baca juga: Sebelum Ibu Kota Dipindah 2024, Pemerintah Minta Jaringan 5G Udah Bisa Dioperasikan

Sedangkan untuk melaksanakan teknis pemindahan ibu kota, seluruhnya dilakukan oleh Badan Otorita Ibu Kota.

“Kita ini dari penanggung jawab dan di BOI (Badan Otorita Ibu Kota) itu orang Indonesia semua. Organisasinya kan di BOI, 100 persen kita semua di situ,” tegas Presiden. (Ay/Antara/Kompas)

DISKUSI: