Jadi Tersangka Tes Antigen Bekas, Eks Manajer Kimia Farma cs Diduga Raup Rp 1,8 M

0
883

Ilustrasi. sumber: ciputrahospital.com

Medan, LiputanIslam.com-– Eks manajer Kimia Farma bersama empat bawahannya ditangkap oleh polisi karena diduga memakai alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu. Diduga, para tersangka meraup keuntungan hingga Rp 1,8 miliar sejak tahun 2020.

Jumlah keuntungan ini telah dikonfirmasi oleh Kapolda Sumut Irjen Panca Putra pada Jumat (30/4/2021).

“Kita masih menghitung ini. Yang jelas kurang-lebih yang kita hitung kalau dari Desember 2020 kurang-lebih sementara perkiraan kita Rp 1,8 miliar sudah masuk kepada yang bersangkutan,” katanya, seperti dilansir dari detikcom.

Menurut Panca, pihak kepolisian telah menyita uang Rp 149 juta dari tersangka.

Kegiatan penggunaan cotton bud swab antigen bekas mulai dilakukan karyawan dari laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Medan. Praktik ini telah dijalankan sejak 17 Desember 2020 dan diperuntukkan buat swab di Bandara Kualanamu.

“Yang menyuruh melakukan pendaurulangan atau penggunaan cotton bud swab antigen adalah PM selaku BM (business manager) kepada karyawan yang bekerja di laboratorium Kimia Farma Bandara Kualanamu dan kepada SR selaku kurir serta DP (CS di laboratorium),” jelas Panca.

Ia menambahkan, terdapat rata-rata 250 pasien yang di-swab di Kualanamu, namun yang dilaporkan ke bandara dan pusat kantor laboratorium Kimia Farma di Jalan RA Kartini sekitar 100 orang. Dengan demikian, keuntungan tersangka setiap harinya mencapai Rp 30 juta. (ra/detik)

DISKUSI: