Heboh Prajurit TNI AU Injak Kepala Warga di Papua, Ini Respon Istana

0
573

Sumber: IDN Times

Jakarta, LiptanIslam.com—Kejadian penginjakan kepala warga disabilitas di Merauke, Papua, oleh aparat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memancing kecaman dari banyak pihak, termasuk Istana.

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengecam keras tindakan TNI AU tersebut dan menyampaikan penyesalan mendalam. Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta aparat keamanan harus memiliki perspektif hak asasi manusia (HAM). Aparat juga diminta menekankan pendekatan humanis dan dialogis, terutama kepada difabel.

“Atas terjadinya peristiwa tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan penyesalan mendalam dan mengecam tindak kekerasan tersebut,” tutur Moeldoko dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7).

Ia menambahkan, KSP akan turut memastikan pelaku diproses secara hukum yang transparan dan korban mendapat perlindungan.

“KSP akan memastikan bahwa pelaku diproses secara hukum yang transparan dan akuntabel serta memastikan korban mendapat perlindungan serta pemulihan,” ujarnya.

Kejadian ini berlangsung di di salah satu warung makan di Merauke pada Senin (26/7/2021).

Menurut informasi dari Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, saat itu terjadi keributan antara seorang warga yang diduga mabuk tersebut dan pemilik warung makan.

“Insiden yang diawali oleh keributan seorang warga yang diduga mabuk dengan pemilik warung,” kata Indan Gilang dalam keterangannya.

Kemudian, seorang oknum POM AU datang ke lokasi dan berupaya melerai warga yang mabuk itu dengan pemilik warung. Warga yang mabuk itu pun diinjak kepalanya oleh aparat saat proses penahanan.  (ra/detik/cnn)

DISKUSI: