Heboh, Pegawai KPI Mengaku Alami Pelecehan Seksual oleh Rekan Kerja

0
489

Sumber: Rakyat Merdeka

Jakarta, LiputanIslam.com– Pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisal MS mengaku mengalami perundungan dan pelecehan seksual oleh rekan kerjanya sesama pegawai KPI. 

Dalam sebuah keterangan tertulis, MS mengaku dirundung sejak 2012. Bentuk perundungan yang paling parah adalah ditelanjangi dan difoto.

“Tahun 2015, mereka beramai ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan MENCORAT CORET BUAH ZAKAR SAYA MEMAKAI SPIDOL. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat?” tulisnya pada Kamis (1/9/2021).

Dilansir dari detikcom, rekan kerja MS kerap menyuruh-nyuruh MS untuk membelikan makan layaknya budah pesuruh.

“Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh,” lanjutnya.

Perundungan lain yang dialami oleh MS dimulai dari pembuangan tas, makian dengan kata-kata SARA, hingga diceburkan ke kolam renang. Perundungan dalam bentuk pelecehan seksual membuat MS jatuh sakit dan stres berkepanjangan. 

“Kadang di tengah malam, saya teriak teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan itu begitu membekas, diriku tak sama lagi usai kejadian itu, rasanya saya tidak ada harganya lagi sebagai manusia, sebagai pria, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga. Mereka berhasil meruntuhkan kepercayaan diri saya sebagai manusia,” sebut MS.

Akibat perlakuan tersebut, MS telah melapor ke atasannya di KPI, Komnas HAM hingga kepolisian. Namun, ia tidak mendapat respons yang memuaskan. Para pelaku pun tidak pernah dikenai sanksi. 

“Saya tidak kuat bekerja di KPI Pusat jika kondisinya begini. Saya berpikir untuk resign, tapi sekarang sedang pandemi Covid-19 dimana mencari uang adalah sesuatu yang sulit. Dan lagi pula, kenapa saya yang harus keluar dari KPI Pusat? Bukankah saya korban? Bukankah harusnya para pelaku yang disanksi atau dipecat sebagai tanggung jawab atas perilakunya? Saya BENAR, kenapa saya tak boleh mengatakan ini ke publik,” tulis MS.

Pasca hebohnya kabar ini, Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo angkat bicara. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi.

“Saya sudah baca juga, iya saya soal kebenarannya harus diinvestigasi, jadi mulai besok akan dilakukan investigasi,” ujar Mulyo. (ra/detik)

DISKUSI: