Heboh Indonesia Dikeluarkan dari All England, Kenapa?

0
772

Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat menjajal lapangan Utilita Arena Birmingham jelang turnamen All England Open 2021, Selasa (16/3/2021). (Sumber: Bola Sport)

Jakarta, LiputanIslam.com– Seluruh perwakilan Indonesia dikeluarkan secara paksa dari ajang turnamen badminton bergengsi All England. Kabar mengejutkan ini memicu kekesalan dari para pemain dan juga netizen Indonesia.

Sebelumnya, PBSI mengumumkan lewat akun resmi di Instagram bahwa semua perwakilan Indonesia dikeluarkan dari ajang All England 2021. Hal ini disebabkan dalam pesawat yang ditumpangi tim Indonesia dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3) lalu, ditemukan penumpang positif Covid-19.

“Seluruh Tim Indonesia dipaksa mundur dari turnamen Yonex All England 2021 dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Hal ini dikarenakan, saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3) lalu, terdapat penumpang yang terkena Covid-19. Namun, kami pun tidak diberi tahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal orang yang positif tersebut,” tulis keterangan PBSI di akun @badminton.ina.

Dilansir dari detikcom, pemerintah Inggris memang memiliki regulasi bahwa jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif Covid-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari.

Akibatnya, tim Indonesia terpaksa mundur dan melakukan isolasi sampai tanggal 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Centre, terhitung 10 hari sejak kedatangan tim ke Birmingham pada Sabtu (13/3) lalu.

PBSI menambahkan, baik dari BWF maupun Panitia All England sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena hal ini sudah menjadi regulasi pemerintah Inggris. Namun dapat dipastikan, keadaan seluruh tim Indonesia yang berada di Birmingham saat ini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. “Hal ini merupakan kejadian luar biasa menyakitkan dan mengecewakan bagi kami semua,”

Kritik dari Marcus Fernaldi Gideon

Atlet badminton Marcus Fernaldi Gideon mengungkapkan kritikannya atas kejadian ini

Lewat akun Instagramnya. Pasangan Kevin di ganda putra itu menyinggung BWF yang seolah membuat keputusan tak adil.

“Malam ini kami terkejut mendengar kabar bahwa kami (pemain & ofisial Indonesia) harus ditarik dari All England karena penumpang anonim yang dites + (positif) covid, naik penerbangan yang sama seperti yang kami lakukan,” tulis Marcus di akun @marcusfernaldig.

“Harus diperhatikan bahwa BWF telah gagal dalam mengatur masalah ini. Sebelum penerbangan, semua tim Indonesia telah dinyatakan negatif & kami juga dites ulang pada saat kami tiba di hotel. Beberapa dari Anda mungkin menyimak bahwa permainan hari ini ditunda sebelum 7 kasus positif yang ditemukan di anggota tim lain (negara lain),” sambungnya.

Negara-negara yang dimaksud Marcus, menurut pernyataan resmi dari PBSI pada Rabu (17/3/2021) dini hari WIB, datang dari tiga negara yakni India, Thailand, dan Denmark.

Menariknya, para pebulutangkis dari tiga negara tersebut pada hari pertama pertandingan bisa bermain. Sejauh ini tidak ada yang dinyatakan walkover.

“Setelah mereka di tes ulang, hasilnya SEMUA NEGATIF. Jadi mengapa kami tidak juga memiliki keadilan yang sama di sini? Dan jika ada aturan ketat untuk memasuki wilayah Inggris karena Covid, BWF seharusnya sudah mendaftarkan sistem bubble yang menjamin keamanan kami,” sesal Marcus.

“Pemain harus menjalani karantina sebelum perhelatan. Agar adil, orang yang telah dites + (positif) harus menjalani tes lain karena sungguh kami tidak percaya lagi pada tes covid yang mereka jalankan, karena seperti yang Anda semua lihat, 7 kasus positif bisa berubah menjadi 7 kasus negatif hanya dalam 1 hari,” tambahnya. (ra/detik)

 

DISKUSI: