Formappi Sebut DPR Bawa Penumpang Gelap Dalam Vaksinasi Massal

0
96

Sumber: Kompasiana

Jakarta, LiputanIslam.com– Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyebut para anggota DPR membawa ‘penumpang gelap’ dalam kegiatan vaksinasi massal. Penumpang gelap yang dimaksud adalah keluarga anggota DPR.

“’Penumpang gelap’ yang tak ingin terekspose itu adalah istri/suami serta anak-anak anggota yang mendapatkan vaksinasi prioritas gelombang kedua hanya karena kebetulan berjodoh dengan anggota DPR serta yang lainnya karena menjadi anak anggota,” cetusnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (26/2).

Dilansir dari CNNIndonesia.com, program vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini diketahui hanya menyasar petugas pelayanan publik. Ia pun lantas mempertanyakan keluarga para anggota DPR yang ikut serta diberikan porsi untuk mendapatkan jatah vaksinasi tersebut.

Vaksinasi Covid-19 anggota DPR RI yang tertutup dan mengikutsertakan anggota keluarga dianggap sebagai penyimpangan kebijakan dan upaya menyelamatkan citra.

Pasalnya, vaksinasi tahap II hanya diperuntukkan bagi pelayan publik dan pejabat negara mestinya menyosialisasikannya demi meyakinkan warga bahwa vaksin aman.

“Dengan aksi kucing-kucingan yang dilakukan DPR, mereka sesungguhnya [Dewan] mau menegaskan bahwa kebijakan mengangkut rombongan keluarga untuk menerima vaksin bersamaan merupakan sesuatu yang menyimpang. Maka kalau bisa sembunyi-sembunyi, mengapa harus terbuka?” tambahnya.

Ia lantas membandingkan vaksinasi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo yang disiarkan kepada publik secara langsung. Penyiaran tersebut, kata dia, sebagai bukti dan sosialisasi bahwa vaksin yang disuntikkan bagi pejabat aman bagi masyarakat.

Lucius mengatakan anggota DPR seharusnya melakukan hal serupa sebagai sarana sosialisasi kepada publik agar merasa yakin untuk ikut vaksinasi.

“Panggung prestisius DPR untuk mendedikasikan kegiatan vaksinasi mereka sebagai ajang sosialisasi justru dibikin sembunyi-sembunyi. Mereka seolah tak percaya diri sebagai pelayan publik,” kata dia.

“Ini kok vaksinasi menjadi seperti aksi maling yang harus ditutup rapat-rapat? Ya namanya juga maling, kalau ketahuan kan bukan Hanya malu tetapi juga jeruji siap menanti?” tambahnya. (ra/cnn)

DISKUSI: