Fakta-Fakta Vaksin Nusantara yang Disebut Berasal dari Amerika

0
555

Ilustrasi vaksin. Sumber: katadata

Jakarta, LiputanIslam.com—Vaksin Nusantara tengah menjadi perbincangan publik sejak disebut-sebut berasal dari Amerika meski berlabel  ‘nusantara’.

Juru Bicara Satgas Penanganang COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers pada Kamis (15/4/2021), menyebut vaksin yang digagas Menkes Terawan itu ternyata dikembangan di Amerika dan diujicobakan di Indonesia.

“Vaksin Nusantara adalah jenis vaksin yang dikembangkan di Amerika dan diujicobakan di Indonesia,” katanya.

Dilansir dari detikcom, Sejumlah tokoh dan anggota DPR telah menjadi relawan uji klinis Vaksin Nusantara. Mereka di antaranya adalah Aburizal Bakrie, Gatot Nurmantyo, dan Siti Fadillah Supari. Ada pula Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad serta sederet anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan.

Menurut Anggota Komisi IX, Saleh Daulay, para pejabat yang menjadi relawan ini berniat menjadi contoh bagi masyarakat agar divaksin lebih awal. Dia menilai tidak ada muatan politis terkait vaksin Nusantara ini.

“Kita berani jadi contoh. Berani untuk divaksin lebih awal. Saya melihat, para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikit pun,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Fadilah berargumen bahwa ia menjadi relawan Vaksin Nusantara karena ia mempercayai peneliti vaksin ini yang berani berpikir secara inovatif dan melawan ‘kemapanan’.

“Menurut saya si peneliti berpikir logis, inovatif. Memang, inovasi selalu mengagetkan kemapanan, bahkan bisa mengganggu yang sudah mapan,” kata Siti dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4), seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Meski ia tidak tahu informasi yang mengaitkan Vaksin Nusantara dengan Amerika, ia percaya bahwa pada akhirnya Indonesia bisa bekerja sama dengan negara manapun. Sebab, Indonesia menganut politik bebas aktif.

“Tapi kita kan negara yang berdaulat, dengan politik bebas dan aktif, maka boleh saja bekerja sama dengan negara manapun dengan prinsip kemitraan yang transparan, setara dan adil,” kata Siti.

“Yang penting produk ini menjadi produk Indonesia, untuk kemaslahatan bangsa yang membutuhkan. Terutama untuk lansia seperti saya,” sambungnya. (ra/detik.cnn)

DISKUSI: