Diprediksi Turun, Pengamat: Pendapatan Negara Hanya Rp 1.650 Triliun

0
97

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pendapatan negara pada tahun ini diprediksi akan turun akibat pandemi virus corona (Covid-19).  Pengamat Fiskal Awalil Rizky mengatakan, pendapatan negara pada tahun ini hanya sebesar Rp 1.650 triliun.

Angka tersebut lebih kecil dari proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memprediksi pendapatan negara akan turun 10 persen menjadi Rp 1.760,9 triliun dari target Rp 2.233,2 triliun.

“Kita harus mengira pemerintah Cuma punya pendapatan Rp 1.650 triliun,” kata Rizky, Sabtu (2/5).

Baca: Pendapatan Negara Baru 41,5 Persen dari Target APBN

Dia menerangkan, turunnya pendapatan negara diakibatkan berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah, khususnya dalam bentuk insentif perpajakan. Dengan skenario tersebut, diperkirakan penerimaan pajak sebesear Rp 1.400-1.462 triliun dan jika PPN juga dibebaskan pemerintah maka pendapatan pajak hanya sebesar Rp 1.150 triliun.

“Jadi PPN nyaris tidak mungkin, kita bungkus Rp 1.400 triliun. PNBP jelas turun, sebelumnya diperkirakan Rp 160,4 triliun lalu di outlook pemerintah turunkan jadi Rp 82,2 triliun dengan asumsi harga minyak 30 dolar AS,” terangnya.

Dari sisi pembelanjaan negara, pagu anggaran mengalami peningkatan untuk menangani pandemi Covid-19. Meski pemerintah berusaha untuk melakukan penghematan, tapi angka belanja secara total diprediksi masih akan naik dan diikuti defisit anggaran yang semakin lebar.

“Pemerintah menurut dugaan saya itu akan mengalami defisit Rp 950 triliun pada 2020, jadi sudah hampir 2,5 kali lipat lebih,” kata dia.

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan, belanja negara dalam APBN 2020 bertambah sebesar Rp 405,1 triliun untuk mengatasi pandemi Covid-19. Dengan kondisi ini, APBN sepanjang 2020 akan mengalami defisit 5,07 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB). (sh/tempo/kompas)

 

 

 

DISKUSI: