Dampak Corona, Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar

0
494

Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Peternak ayam saat ini terancam gulung tikar akibat penyebaran virus corona (Covid-19). Pembatasan aktivitas di lingkungan publik untuk mencegah penyebaran virus tersebut membuat permintaan komoditas ayam jatuh.

Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) mengatakan, penurunan permintaan ayam sudah di atas 50 persen sejak dimulainya pembatasan sosial.

“Kita susah mengeluarkan ayam karena permintaan ayam turun. Pasar sudah banyak yang tutup, warung, warung makan banyak yang tidak buka karena masyarakat ke mana-mana sudah tidak boleh. Perusahaan besar juga mengandalkan pasar becek untuk menjual ayamnya. Akibatnya kami peternak kecil semakin turun,” kata Kadma, Jumat (3/4).

Baca: Awal Pekan, Harga Daging Ayam dan Gula Pasir Turun

Kadma menyebutkan, saat ini peternak skala UMKM yang jumlahnya mencakup 80 persen dari total peternak Indonesia terancam gulung tikar. Sebab, sekitar 20.000 peternak ayam tersebut sudah merugi.

“Ini baru dua minggu. Belum sebulan. Sebulan akan rugi berapa? Karena kondisi seperti ini bisa stuck. Belum ada pencerahan. Di beberapa kabupaten menerapkan karantina parsial itu pengaruh orang jadi nggak bisa kemana-mana,” ucapnya.

Ketua Koperasi Pertanian Karya Agrisatwa Alvino Antonio menuturkan, harga ayam hidup di kandang anjlok sekitar Rp 6.000 per kilogram (kg) sampai Rp 8.000 per kg dari harga normal ayam hidup di kandang sebesar Rp 19.500 per kg.

“Ini karena pasokan berlebihan dan ditambah lagi dengan adanya lockdown jadi sekarang harga ayam hidup di kandang antara Rp 6.000 per kg sampai Rp 8.000 per kg,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, kerugian yang diterima peternak per harinya mencapai Rp 175 juta. Untuk itu, kata dia, pemerintah harus turun tangan untuk mengatasi hal ini agar peterak tidak semakin merugi. (sh/detik/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS: