Dampak Corona, Ekspor Minyak Sawit Turun 38,4 Persen

0
391

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Gabungan Penguasaha Kepala Sawit Indonesia (Gapki) mengatakan ekspor minyak sawit (crude palm oil/CPO) mengalami penurunan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Gapki Mukti Sardjono mencatat, ekspor CPO pada Februari 2020 sebesar 524 ribu ton atau turun 38,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 852 ribu ton. Sementara ekspor produk olahan pada Februari 2020 mencapai 2,01 juta ton, turun tipis 0,7 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 2,02 juta ton.

Ekspor CPO mengalami penurunan sebesar 25,03 persen secara bulanan. Sedangkan ekspor olahan CPO naik sebesar 1,66 juta ton atau naik 32,8 persen dibandingkan Januari 2020.

Baca: Ekspor Minyak Sawit RI ke India Naik 51 Persen

Kemudian, ekspor laurik secara bulanan turun 9,7 persen menjadi 102 ribu ton. Ekspor oleokimia mencapai 244 ribu ton atau turun 25 persen dibandingkan Januari 2020. Sedangkan, ekspor biodiesel mencapai 2 ribu ton.

“Secara bulanan, kenaikan ekspor terjadi hanya apda produk turunan CPO sedangkan pada produk PKO dan oleokomia turun,” ujar Mukti, Selasa (21/4).

Sementara itu, ekspor minyak kelapa sawit secara akumulatif turun sebesar 20 persen dari 6,13 juta ton pada Januari-Februari 2019 menjadi 4,93 juta ton pada Januari-Februari 2020.

“Ekspor ke China Januari-Februari 2020 adalah 500.000 ton lebih rendah, ke Afrika 250.000 ton, ke India 188.000 ton lebih rendah dari ekspor Januari-Februari 2019,” kata dia.

Dia mengungkapkan, penurunan ekspor ke China sangat mungkin disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19. Sementara penurunan di Afrika terjadi disebabkan oleh harga yang tinggi.

Kemudian, penurunan di India diprediksi karena adanya keraguan importir untuk membuat kontrak pembelian untuk pengiriman Februari karena adanya rencana penetapan kuota impor minyak olahan kelapa sawit oleh pemerintah India. (sh/kompas/katadata)

 

DISKUSI: