Bulog: Harga Beras Masih Tinggi Meski Ada Panen Raya

0
317

Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Perum Bulog mengatakan harga beras masih tinggi meskipun panen raya padi tengah berlangsung di beberapa daerah.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, seharusnya pada saat panen raya, harga gabah dan beras di level hilir bisa turun.

“Banyak yang mempertanyakan, kok musim panen tapi harga beras naik? Idealnya justru turun,” ujar Tri, Rabu (15/4).

Baca: BPS: Harga Beras Naik pada Februari 2020

Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian (Kementan), harga gabah kering panen (GKP) di petani masih di atas Rp 4.500 per kilogram (kg). Harga tersebut masih di atas patokan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 4.200 per kg.

Sedangkan di tingkat konsumen, harga beras medium saat ini masih lebih dari Rp 10.000 per kg atau di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kg.

“Harga memang melandai turun, tapi masih di atas HET. Ini yang perlu perhatian semuanya. Tim kami di lapangan sudah memantau bersama BPS dan BI,” kata dia.

Menurut dia, tingginya harga beras di musim panen ini teradi karena permintaan beras tengah meningkat. Bahkan, Bulog sendiri menerima banyak permintaan dari berbagai pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Jadi ini karena banyak permintaan. Pada saat suplai tinggi, permintaan juga tinggi,” ucapnya.

Dia menuturkan, kenaikan harga beras akan menjadi perhatian Bulog dan pemerintah. Dalam hal ini, Bulog akan menjaga stok beras agar tetap tersedia untuk masyarakat. (sh/republika/katadata)

 

 

 

DISKUSI: