BNPB: Sistem Peringatan Dini Bencana Belum Akurat

0
121

Sumber: Tirto

Jakarta, LiputanIslam.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa ketepatan data dari “Multi-Hazard Early Warning System” (MHEWS) atau sistem peringatan dini multibencana masih sekitar 60 persen sehingga dinilai belum begitu akurat.

“Ini dari hasil tinjauan yang pernah dilakukan pada 2017 dan 2018. Jadi memang sekitar 60 persen dari ‘warning’ atau peringatan yang ditunjukkan oleh sistem MHEWS betul-betul dialami pada area yang dimaksud,” kata Kepala Pusdalop BNPB Bambang Surya Putra di Jakarta, Rabu (15/1).

Ia menjelaskan jika area yang diingatkan bukanlah titik yang benar-benar sama dengan kejadian bencana, melainkan hanya berada pada sekitar titik itu.

Sebagai contoh, kata dia, saat sistem memberikan peringatan bencana di desa A dan desa tersebut berada di kecamatan I. Kejadian yang telah diperingatkan sebelumnya memang terbukti terjadi di kecamatan I, namun bukan di desa A.

“Bisa saja terjadinya di desa B. Jadi ‘warning’-nya benar pada sebatas kecamatan, tidak tepat di desa A,” kata dia.

Baca juga: Akibat Banjir, 32 Titik Jalan di Jakarta Rusak

Kondisi yang belum begitu akurat tersebut, katanya, menjadi alasan kenapa belum bisa disampaikan hingga ke tingkat masyarakat luas, melainkan baru sebatas informasi di tingkat BPBD di setiap provinsi serta kabupaten dan kota.

Sebab, kata dia, juga dikhawatirkan peringatan dini yang disampaikan pada masyarakat dengan kondisi belum begitu akurat tersebut menjadi suatu kepanikan di lokasi sekitar, padahal belum tentu terjadi.

Ia mengatakan BNPB juga terus menguatkan prakiraan-prakiraan tersebut dan jika tidak memiliki cukup data, maka akan dilakukan riset yang berkelanjutan atau penyempurnaan sistem. (Ay/Antara)

DISKUSI: