Black Box Pesawat Sriwijaya Air Ditemukan, Langsung Dibawa ke JITC 2

0
62

Ilustrasi black box. Sumber: Times of India

Jakarta, LiputanIslam.com—Kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sudah ditemukan di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pukul 16.20 WIB.

Black box berisi data penerbangan yang dapat dipakai untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut pada Sabtu (9/1) lalu usai lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

Kotak hitam tersebut ditemukan oleh pihak TNI AL dan segera dibawa ke Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT 2), seperti dilansir dari detikcom  (12/1) dari laporan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Julius Widjojono.

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Black box terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu CVR (Cockpit Voice Recorder) atau percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR (Flight Data Recorder) atau rekaman data penerbangan.

FDR terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis.

Dengan penemuan black box Sriwijaya Air SJ 182 ini diharapkan penyebab kecelakaan pesawat nahas tersebut segara terungkap.

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 telah jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, yang menewaskan 62  penumpangnya, termasuk 12 kru pesawat. Peristiwa nahas itu terjadi Sabtu (9/1/2021)sore WIB.

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, 7 penumpang anak-anak, dan 3 bayi. Pesawat seharusnya terbang pukul 14.30 WIB. Namun, keberangkatan pesawat ditunda sekitar 30 menit karena cuaca buruk.

Pesawat sempat melewati ketinggian 11.000 kaki (3,3 km), tetapi tiba-tiba kehilangan ketinggian. Kecepatan pesawat juga turun drastis. Posisi terakhir menunjukkan ketinggian 250 kaki (76 meter) di atas permukaan laut dengan kecepatan 358 knots (660 km/jam). (ra/detikcom/CNN)

DISKUSI: