Bikin Proyek Tugu Sepeda Ratusan Juta, Pemprov DKI Dikritik Keras

0
746

Pekerja saat menyelesaikan pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (5/4/2021). Pembangunan tugu tersebut sebagai pengingat momentum penggunaan sepeda yang masif digunakan masyarakat Ibu Kota pada masa pandemi Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Jakarta, LiputanIslam.com—Pemprov DKI Jakarta tengah membangun Tugu Sepeda senilai ratusan juta. Proyek ini pun dibanjiri berbagai kritik keras karena dianggap tak penting.

Renaca proyek tugu ini sebelumnya diumumkan oleh Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo pada Februari 2021. Tugu yang dibangun di sekitar jalur sepeda itu dimaksudkan menjadi pengingat masifnya penggunaan sepeda di tengah pandemi COVID-19 sekaligus memberi ruang bagi para pelaku seni untuk berkreasi.

Dilansir dari detikcom, tugu ini menelan dana Rp 800 juta dari pihak swasta.

“Tugu sepeda ini dapat anggaran dari kewajiban pihak swasta, pihak ketiga. Kemudian nilainya kurang-lebih Rp 28 miliar, termasuk tugunya yang Rp 800 juta,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021).

Namun rencana pembangunan tugu ini dibanjiri kritik dari banyak pihak, salah satunya Alifah, warga pejalan kaki. Ia menilai Tugu Sepeda itu tak efektif dan khawatir malah jadi titik kumpul pesepeda yang kemudian mengganggu pejalan kaki. Dia menilai pembangunan Tugu Sepeda di atas trotoar adalah hal yang tak tepat.

“Mungkin kalau misalnya tugunya aja yang di sini dan di sekelilingnya nggak ada apa-apa, mungkin nggak begitu mengganggu ya. Tapi takutnya nanti malah jadi tempat kayak buat nongkrong. Itu bisa mengganggu sih,” kata Alifah.

Warga lainnya, Ilham, turut mengkritik keputusan Pemprov DKI Jakarta membangun Tugu Sepeda di atas trotoar. Dia menilai keberadaan Tugu Sepeda mengganggu pejalan kaki yang ramai melintasi trotoar di Jalan Sudirman setiap harinya.

“Untuk anggaran Rp 800 juta, walaupun bilangnya dari pihak swasta, menurut saya ini sangat tidak lazim. Mungkin uang itu bisa digunakan untuk hal lain misalnya shuttle sepeda atau garapan pembangunan lainnya,” ujar Ilham.

Kritik juga datang dari DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP khawatir Jakarta makin rusak gara-gara pembangunan Tugu Sepeda.

“Tugu itu dibangun untuk menghormati seseorang/sesuatu yang legendaris, dengan pengorbanan atau patriotiknya. Apa yang legendaris dari sepeda? Malah justru selalu minta diprioritaskan dan mengambil anggaran dari APBD, bukan meringankan, malah membebani. Akan rusak sebuah kota kalau dipimpin dengan cara-cara seperti ini, karena kepentingan sekelompok lalu dibuat tugu di ibukota dan di jalan utama/protokol,” ujar anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (9/4).

“Saya melihat Pemprov DKI tidak mengerti bahwa ada skala prioritas dalam pengeluaran, kebijakan dan lain-lain,” sambungnya. (ra/detik)

DISKUSI: