Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada Januari 2019 sebesar 0,41 persen secara bulanan (mtm) dan 2,81 persen secara tahunan (yoy).

“Sesuai dengan survei pemantauan harga sampai minggu kedua di bulan Januari kami perkirakan inflasinya kalau mtm adalah 0,41 persen atau 2,81 persen secara year on year,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (10/1).

Perry mengatakan, inflasi 0,41 persen merupakan yang terendah sejak 2016. Sejak 2016 hingga 2019, rata-rata inflasi tercatat sebesar 0,64 persen.

Baca: BPS: Inflasi Desember 2019 Capai 0,34 Persen

Dia menyampaikan, inflasi Januari akan dipengaruhi oleh komoditas pangan, seperti cabai merah dan bawang yang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,05 persen. Menurutnya, musim hujan mempengaruhi produksi dua komoditas ini.

“Kemungkinan ini kerna memang hujan kemudian produksi beberapa cabai bawang di daerah khusus di Jawa Tengah itu terpengaruh dan ini terhadap inflasi,” ujarnya.

Akan tetapi, terdapat beberapa komponen mengalami deflasi, yaitu angkutan udara sebesar 0,05 persen dan bahan bakar sebesar 0,04 persen.

“Tapi, ada juga yang mengalami deflasi yakni 0,05 persen untuk transportasi udara dan bensin juga delfasi 0,04 persen,” kata dia.

Dia menyatakan, pihaknya akan terus memantau harga komoditas di area yang terdampak banjir seperti Jakarta dan Depok. Sebab, dampak banjir sudah terlihat terhadap harga beras.

Sementara itu, harga komoditas lainnya masih terkendali. Hal ini menunjukkan inflasi pada tahun ini masih stabil di kisaran 3-4 persen.

“Ini mengonfirmasi inflasi pada tahun ini masih terkendali rendah dan stabil pada kisaran 3-4 persen,” ucapnya. (sh/merdeka/republika)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*