Berawal dari Somasi, Moeldoko Akhirnya Polisikan ICW 

0
316

Sumber: IDN Times

Jakarta, LiputanIslam.com– Pemberian Somasi dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko kepada Indonesia Corruption Watch (ICW) soal polemik ‘promosi Ivermectin’ dan ekspor beras berujung pada pelaporan ke polisi. 

Pihak Moeldoko resmi melaporkan peneliti ICW, Egi Primayogha dan Miftah, ke Bareskrim pada Jumat (10/9/2021).

Menurut kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, tiga somasi yang pihaknya layangkan ke ICW tidak berbuah maaf. Karena itulah, pihaknya melaporkan kasus ini ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Bukti-bukti pencemaran nama baik yang dimaksud adalah misinformasi ICW terkait promosi Ivermectin. Otto menilai ICW telah mengakui adanya kesalahan tetapi tidak meminta maaf.

“Jadi dengan tegas kami sudah dapat bukti-bukti kuat bahwa memang apa yang mereka lakukan itu baik dari siaran persnya maupun dari konferensi persnya, diskusi publiknya jelas-jelas kami menemukan mens rea, yaitu niat dari mereka untuk melakukan pencemaran nama baik terhadap Pak Moeldoko, terbukti lagi mereka mengakui adanya misinformasi yang menurut saya bukan misinformasi, itu namanya disinformasi sebenarnya. Tapi katakanlah dia pakai istilah misinformasi berarti kan dia sudah salah, mengaku salah, tapi tidak mau mencabut dan tidak mau minta maaf,” kata Otto.

Sementara itu, kuasa hukum dari ICW M Isnur mengatakan Moeldoko sebagai KSP seharusnya bijak dalam menanggapi kritik. Isnur menyinggung posisi Moeldoko, yang merupakan salah satu pejabat teras di Istana Negara, seharusnya menanggapi kritik berdasarkan penelitian dengan argumentasi.

“Kami menyayangkan langkah itu. Sebab, hasil penelitian ICW semata-mata ditujukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, terlebih di tengah pandemi COVID-19,” ucap Isnur. (ra/detik)

DISKUSI: