Banyak Protes Mudik Dilarang Tapi Wisata Dibuka, Ini Tanggapan Pemerintah

0
635

Petugas kepolisian memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di jalan tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). FOTO/Nova Wahyudi/foc. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jakarta, LiputanIslam.com—Sejak dilarangnya mudik pada Lebaran 2021 akibat pandemi, sejumlah pihak mempertanyakan mengapa pemerintah membuat larangan ini namun tetap mengizinkan  tempat wisata dibuka.

Untuk merespon berbagai protes dan kritikan yang muncul, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy angkat bicara pada diskusi bertajuk Untung Rugi Mudik di Tengah Pandemi yang disiarkan langsung melalui YouTube BPKN, Selasa (20/4).

Ia menjelaskan bahwa tempat wisata dibuka justru agar masyarakat tidak melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman, namun bisa ke tempat wisata yang dekat dengan rumah masing-masing.

Menurutnya, pergerakan orang ke tempat wisata bisa lebih terkendali dibandingkan pergerakan massal ke kampung halaman.

“Kemarin kan sudah mulai ada yang protes, wah mudik dilarang tapi wisata dibolehkan, iya sebetulnya wisatanya itu dalam rangka lebaran gitu ya jadi bukan wisata dengan destinasi yang jauh,” kata Muhadjir,

“Ya kalau orang sudah tidak boleh pergi kemana-mana ya dibukalah wisata lokalnya agar dia bisa pergi ke tempat-tempat liburan tapi dengan kepatuhan yang terkendali itu sebetulnya yang dimaksud,” lanjutnya.

Muhadjir menggarisbawahi, masyarakat sejatinya masih bisa melakukan perjalanan sebelum perayaan Idulfitri dimulai pada Mei mendatang. Hanya saja, kata dia, pergerakan yang dilakukan bukan dalam skala besar, tetapi dalam skala lokal masyarakat maish boleh bepergian.

“Sebetulnya berbagai macam pergerakan sebelum dan dalam pada waktu lebaran itu masih dibolehkan tidak ada masalah, termasuk ke wisata-wisata lokal itu dengan ketentuan-ketentuan yang ketat,” kata Muhadjir

Pengetatan itu, dijelaskan Muhadjir berkaitan dengan jumlah kapasitas maksimum yang dibolehkan di tempat wisata. Selain itu dia juga menyebut sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan ditegakkan.

“Sanksi untuk mereka yang tidak mematuhi SOP juga itu akan ditegakkan,” kata dia.

Diakui Muhadjir, memang banyak yang menganggap aturan berkaitan larangan mudik untuk menanggulangi lonjakan kasus COVID-19 pascalebaran nanti kurang tegas. Namun, hal itu dilakukan bukan tanpa alasan.

Lagi pula kata dia, pembukaan tempat wisata misalnya tak akan serentak semua wilayah boleh membuka. Justru hal itu hanya diberlakukan secara lokal di suatu daerah dengan tetap menerapkan pembatasan kunjungan bagi masyarakat luar daerah. Muhadjir berharap bukan hanya laju pertumbuhan COVID-19 yang bisa ditekan, tetapi perekonomian masyarakat juga bisa terus berjalan.

“Ini strategi yang kita lakukan dan mudah-mudahan dengan demikian maka covid juga bisa terkendali tetapi juga daya beli masyarakat, roda ekonomi juga masih tetap bisa bergerak,” kata dia. (ra/cnn)

 

DISKUSI: