Banjir NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 54 Orang 

0
419

Banjir di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT berdampak pada ribuan rumah warga. (Foto: Antara)

Jakarta, CNN Indonesia—Kabar duka tengah menyelimuti  Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bencana banjir bandang yang menerjang kawasan itu pada Minggu (4/4) kini telah merenggut nyawa 54 warga.

“Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan,” kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Banjir bandang terjadi pada Minggu sekitar pukul 01.00 WITA. Menurut Agustinus, air yang mengalir deras di pemukiman warga saat banjir bandang terjadi tak hanya membawa longsoran tanah, tetapi kayu bahkan batu-batu besar yang langsung menghantam permukiman warga.

Selain korban meninggal, puluhan rumah juga diprediksi mengalami kerusakan parah akibat kejadian ini.

“Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir,” katanya.

Sementara itu, Camat Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur Damianus Wuran melaporkan bahwa proses pencarian korban terhambat akibat keterbatasan peralatan berat

Bahkan hingga saat ini, warga masih melakukan pencarian korban secara mandiri di lokasi kejadian. Alasannya persediaan alat berat yang ada di Pulau Adonara sudah dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana serupa di Kecamatan Ile Boleng. (ra/cnn)

DISKUSI: