Banjir Bandang Flores Timur, 20 Orang Tewas

0
547

Banjir dan longsor di Flores. (Foto: Joni Nura/iNews)

Jakarta, LiputanIslam.com—Banjir bandang melanda dua desa di Kabupaten Flores Timur, Minggu (4/4) dini hari. Kejadian ini mengakibatkan setidaknya 20 warga meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, mengatakan BPBD Kabupaten Flores Timur per pukul 11.00 waktu setempat telah melaporkan sebanyak 20 korban meninggal ditemukan.

Selain itu, ditemukan juga sembilan orang mengalami luka-luka.

“Sementara yang dilaporkan hilang ada lima orang warga. BPBD juga melaporkan 49 KK terdampak. Korban meninggal dan 5 warga luka teridentifikasi di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng,” katanya, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Banji bandang juga mengakibatkan kerugian materiil berupa puluhan rumah warga yang tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng. Tak sedikit rumah juga rumah yang hanyut terbawa banjir di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur.

“Aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan. Pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instansi terkait. Salah satunya dengan pembentukan posko penanganan darurat,” kata dia.

“Kendala di lapangan yang diidentifikasi petugas BPBD yaitu akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat,” lanjutnya. (ra/CNN)

DISKUSI: