April 2020, Defisit APBN Tembus 74,5 Triliun

0
95

Sumber: infobanknews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Penerimaan dan belanja Negara (APBN) hingga April 2020 mencapai Rp 74,5 triliun atau 0,44 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Defisit tahun ini Rp 74,5 triliun atau 0,44 persen dari PDB, lebih rendah dari tahun lalu yang akhir April 0,63 persen dari pDB atau Rp 100,3 triliun,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Rabu (25/5).

Suahazil menerangkan, defisit APBN terjadi karena penerimaan negara lesu akibat penyebaran virus corona. Di mencatat, penerimaan negara baru mencapai Rp 549,5 triliun atau 31,2 persen dari target APBN yang sudah disesuaikan berdasakran Perpres Nomor 54 tahun 2020 sebesar Rp 1.760,9 triliun.

Baca: Sri Mulyani Prediksi Defisit APBN 2020 Melebar dari Target

Dia menyebutkan, realisasi penerimaan perpajakan hingga April 2020 mencapai 434,4 triliun atau minus 0,9 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

“Penerimaan negara memang tumbuh 3,2 persen, tapi penerimaan dari perpajakan tumbuh negatif 0,9 persen,” ujar dia.

Menurutnya, pemasukan pajak merosot akibat penurunan harga migas sehingga penerimaan PPh Migas terkontraksi 32,2 persen.

“Pajak nonmigas juga terkontraksi 1,3 persen sementara PPN tumbuh kecil sekali 1,9 persen yang kemungkinan akan berkontrakasi lebih dalam pada Mei,” ungkapnya.

Sedangkan, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami kenaikan sampai 21,7 persen menjadi Rp 114,5 triliun.

Sementara itu, belanja negara hingga akhir April tercatat tumbuh 1,4 persen dengan realisasi sebesar Rp 624 triliun atau 23,9 persen dari target APBN.

Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat yang tumbuh 3,4 persen dengan jumlah Rp 382,5 triliun, dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 241,4 triliun atau tumbuh 8 persen dari tahun lalu.  (sh/kompas/republika)

DISKUSI: