Anjurkan Perkawinan Anak, WO Aisha Weddings Diusut oleh Polri

0
219

Aisha Weddings (sumber: kabar24)

Jakarta, LiputanIslam.com—Penyedia layanan acara pernikahan, Aisha Weddings akhirnya diusut oleh Bareskrim Polri setelah adanya laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) soal anjuran perkawinan anak.

“Masalah wedding organizer yang sekarang telah dilaporkan oleh KPAI ke Bareskrim Polri. Tentunya Bareskrim Polri akan mendalami permasalahan ini,” kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Rusdi berjanji Polri akan menangani kasus ini hingga tuntas.

Dikutip dari Kompas (10/2), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sebelumnya juga telah menanggapi perihal Aisha Weddings yang viral di media sosial.

Kementerian PPPA meminta seluruh pihak menolak layanan itu serta terus melakukan advokasi dan sosialisasi untuk mencegah terjadinya perkawinan anak.

“Pesan ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat dan sangat memengaruhi mindset kaum muda untuk terdorong melakukan nikah secara siri dan menikah di usia anak,” demikian pernyataan Kementerian PPPA, Rabu (10/2/2021).

Aisha Weddings menjadi viral di media sosial karena diketahui menganjurkan pentingnya menikah di usia muda. Dalam laman Facebook dan situs aishaweddings.com, terdapat tulisan sebagai berikut, “Anda harus menikah pada usia 12-21 dan tidak lebih”.

Kementerian PPPA menilai, Aisha Weddings telah melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 yang telah direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dalam peraturan itu, disebutkan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun. Selain itu, mereka melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang telah direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, karena ada unsur menganjurkan perkawinan anak. Dalam UU Perkawinan, batas usia yang tercantum adalah 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan. (ra/kompas)

DISKUSI: