Anggota DPR Minta Aturan PPDB DKI Dicabut

0
122

Sumber: Kompas

LiputanIslam.com — Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ali Zamroni meminta aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021 yang memprioritaskan dari segi usia pendaftar harus dicabut.

“Terhadap banyak aturan yang tidak sesuai juklak dan juknis Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan Permendikbud Nomor 44/2019, terutama mengenai sistem zonasi dan usia pendaftaran. Ini hanya akan menyusahkan orang tua dan murid,” katanya, melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Rabu (1/7).

Adanya ketidakcocokan dalam kebijakan PPDB, kata Ali, akan menuai banyak penolakan dari masyarakat khususnya orang tua dan wali murid.

“Persoalan ini menjadi sangat penting untuk ditindaklanjuti langsung oleh Komisi X DPR RI,” ucapnya.

Ali pun merasa sistem PPDB berdasarkan usia ini akan berdampak pada ketidakefektifan berjalannya PPDB.

“Tidak hanya orang tua, tetapi juga banyak murid merasa mengeluh karena harus ditolak hanya karena alasan umur. Padahal, sudah berusaha meningkatkan prestasi,” ujarnya.

Menurut Ali, kebijakan PPDB semacam itu tidak efektif sehingga harus dicabut oleh Kemendikbud RI dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan jangan sampai terulang di kemudian hari.

Ke depan, kata Ali, Kemendikbud harus membuat kriteria pendaftaran sekolah secara lebih visioner, inovatif, edukatif, dan kompetitif, termasuk di dalamnya yang lebih mencerminkan pendidikan keindonesiaan.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Kebijakan Pemerintah Terkait Penanggulangan COVID-19 Sudah Berjalan Baik

Sebelumnya, adanya prioritas usia dalam aturan PPDB DKI Jakarta 2020 diprotes oleh sejumlah kalangan orang tua siswa karena anak yang lebih berprestasi harus tersingkir oleh pendaftar yang berusia lebih tua.

Para orang tua melakukan aksi protes di Balai Kota DKI Jakarta, Kemendikbud, hingga beraudiensi dengan Komisi X DPR untuk mengadukan kebijakan dalam PPBD tersebut. (Ay/Antara/Republika)

DISKUSI: