4 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Sumedang, Bus Telat Uji KIR hingga Dugaan Kesalahan Sopir

0
1023

Sumber: Detikcom

Sumedang, LiputanIslam.com–Bus Sri Padma Kencana jatuh ke jurang di Tanjakan Cae Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada hari Rabu (10/3/2021).

Kecelakaan maut ini telah menewaskan 27 orang di lokasi kejadian, dan 39 orang lainnya selamat.

Menurut informasi dari Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Supriono, bus ini mengangkut rombongan peserta ziarah dan tur siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang. Para penumpang berusia remaja, dewasa bahkan balita

“Kami hitung dari kapasitas kursi bus ada 63 tempat duduk. Kemudian sampai pagi ini pukul 07.40 WIB, kami menemukan 66 korban,” sebutnya kepada Kompas.

Pasca kejadian ini, Kemenhub, Dishub, dan warga sekitar pun menemukan beberapa fakta dan dugaan terkait kecelakaan maut tersebut. Berikut ini detilnya seperti dilansir dari Kompas.

  1. Kemenhub temukan bus telat uji KIR

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Namun, Kemenhub menemukan fakta bahwa bus itu terlambat uji KIR.

Uji KIR merumpakan uji kelayakan kendaraan bermotor secara teknis di jalan raya, khususnya bagi kendaraan yang membawa angkutan penumpang dan barang.

“Penyebab kecelakaan masih dalam investigasi, sementara ini informasi yang didapat ada keterlambatan uji KIR,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Kamis (11/3/2021).

Penyelidikan atas insiden kecelakaan tersebut melibatkan kepolisian, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas hingga Jasa Raharja.

  1. Dishub sebut pembatas tak kuat tahan laju bus

Kepala Dishub Jabar Hery Antasari mengungkapkan, pembatas jalan (guard rail) sebenarnya sudah ada. Namun saat kecelakaan, pembatas jalan tidak kuat menahan laju bus. Bus tetap melaju hingga jatuh ke jurang.

“Guard rail itu sudah ada. Tapi, guard rail ini tak cukup kuat menahan laju bus hingga akhirnya terjun ke jurang,” ungkap Hery lewat sambungan telepon seluler, Kamis (11/3/2021).

  1. Tanjakan Cae disebut tempat rawan kecelakaan

Hery menyebut bahwa jalur tersebut memang rawan terjadi kecelakaan.

“Jalur ini memang rawan kecelakaan,” ujar Hery.

Menurutnya, hasil olah TKP nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi agar tidak lagi terjadi kecelakaan di lokasi itu.

“Kita evaluasi semuanya untuk jangka pendek hingga jangka panjangnya, termasuk evaluasi keberadaan guard rail, kontur jalan, hingga rambu-rambu lalu lintas yang tersedia,” paparnya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munur juga menyampaikan, lokasi kecelakaan bus di Tanjakan Cae memang rawan kecelakaan.

“Iya memang di sana sering terjadi kecelakaan, di sana memang harus hati-hati. Jalan ini jalan provinsi tapi kami tetap sediakan lampu PJU-nya, marka jalan, dan sebagainya. Ini jadi perhatian kami secepatnya,” katanya.

  1. Sopir diduga kurang memahami medan

Warga sekitar, Waslim menyebut daerah tersebut memang berkelok-kelok, sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Dia menduga jika sopir tidak paham dengan medan di jalan itu.

“Kondisinya memang menanjak dan berkelok. Kalau sopir yang tahu medan di sini pasti sudah paham,” katanya.

“Mungkin sopirnya ini tidak tahu medan, jadi sebelum masuk jurang tidak paham cara mengendalikan busnya,” tambah Waslim. (ra/kompas)

DISKUSI: