17 Tahun Kasus Munir, Komnas HAM Bentuk Tim Penyelidikan Pembunuhan Sang Aktivis

0
348

Jakarta, LiputanIslam.com– Komnas HAM membentuk tim penyelidikan kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib, pada hari Selasa (7/9/2021) ini yang bertepatan dengan 17 tahun kematian sang aktivis.

Tim ini berencana menentukan ada-tidaknya pelanggaran HAM berat dalam kasus pembunuhan Munir.

“Sidang paripurna Komnas HAM hari ini menetapkan bahwa kami membentuk tim untuk menindaklanjuti ini,” kata Komisioner Komnas HAM, Sandrayati Moniaga, saat konferensi pers secara daring, Selasa (7/9/2021).

Dilansir dari detikcom, pembentukan tim ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 39 tentang HAM. 

Menurut Sandrayati, setelah bukti awal yang didapat tim sudah cukup, proses selanjutnya akan dinaikkan ke penyelidikan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM.

“Jadi, baru berdasarkan Undang-Undang 39. Artinya belum ke penyelidikan langsung, karena memang prosesnya demikian. Jadi, kalau cukup bukti awal dia akan dinaikkan ke UU 26,” ujarnya.

Maka, kata dia, status Komnas HAM kini adalah membentuk suatu tim untuk melakukan penyelidikan-pemantauan atas peristiwa pembunuhan saudara Munir. 

Tim ini diketuai oleh Beka Ulung Hapsara selaku Komisioner Komnas HAM, dengan anggota Choirul Anam dan Sandrayati.

Tim ini rencananya akan mendalami teori-teori hukum terbaru yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan.

Dilansir dari BBC Indonesia, Munir meninggal di atas pesawat Garuda Indonesia dalam perjalanan ke Belanda pada 7 September 2004, dan hasil otopsi membuktikan ada racun arsenik dalam tubuhnya.

Tiga orang telah diadili, termasuk seorang eks pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto serta mantan pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi PR.

Namun proses persidangan ini tidak menyentuh terduga aktor utamanya, seperti diungkap laporan tim pencari fakta kasus ini, dan disuarakan oleh para pegiat HAM. (ra/detik)

DISKUSI: