Pandemi Covid-19, Komisi X DPR: Kondisi Darurat Pendidikan Semakin Terasa

0
53

LiputanIslam.com— Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan Indonesia telah mengalami darurat pendidikan akibat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut semakin terasa khususnya dalam empat bulan terakhir.

“Darurat pendidikan ini terutama sangat terasa mungkin sekitar empat bulan terakhir ini,” kata Syaiful, Minggu (22/11).

Dia mengungkapkan, darurat pendidikan tersebut ditandai dengan menurunnya kuantitas dan kualitas pendidikan. Dua aspek ini dialami oleh oleh tenaga pendidik, orang tua siswa, dan siswa sendiri.

Baca: Gawat Darurat Pendidikan Indonesia

“Sekarang banyak anak yang tidak disekolahkan oleh orang tuanya, baik ke paud maupun ke SD karena kondisi ekonomi, karena lupa, atau bahkan sengaja karena tidak adanya biaya,” ungkapnya.

Menurutnya, dampak ekonomi pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kemampuan orang tua siswa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kata dia, diperlukan kerjasama dari semua pihak.

“Karena itu, darurat pendidikan ini harus menjadi tanggungjawab bersama, dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten-kota, seluruh stakeholers pendidikan, dan tidak terkecuali masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti meminta Kemendikbud untuk membuat trobosan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisis saat ini.

Dia menilai, Kemendikbud seharusnya sudah menemukan format terbaik dalam melakukan proses pembelajaran dan pengajaran karena pandemi sudah berlangsung cukup lama.

“Harusnya sudah ada upaya terobosan dan ada perbaikan dari pelaksanaannya. Dan sudah ada persiapan untuk pelaksanaan 2021,” kata dia. (sh/republika/sindonews/arahkata)

 

DISKUSI: