Ma’ruf Amin: Ekspor Produk Halal RI Hanya 3,8 Persen

0
150

Sumber: medcom.id

LiputanIslam.com— Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan ekspor produk halal Indonesia masih sangat rendah. Dari total pasar halal dunia, ekspor produk halal RI baru mencapai 3,8 persen.

“Kita harus bisa memanfaatkan pasar halal dengan meningkatkan ekspor yang saat ini hanya sekitar 3,8 persen dari total pasar halal dunia,” kata Ma’ruf, Rabu (28/10).

Ma’ruf menyebutkan, kinerja ekspor halal RI jauh berada di bawah Brazil. Pada 2019, Brazil sudah mengekspor produk halal, seperti makanan dan minuman, daging sapi dan unggas dengan nilai ekspor 5,5 miliar dolar AS.

Baca: Produk RI Raup Rp 22,9 Miliar di Pameran Halal Malaysia

Dia menilai, Indonesia saat ini masih belum mampu memanfaatkan pasar Muslim global. Padahal, Berdasarkan data Boston Consulting Group, potensi pasar Muslim global mencapai 1,8 miliar orang atau 24,1 persen dari total penduduk dunia.

Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam memperkuat perekonomian dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Dengan semua argumen itu, saya melihat ekonomi syariah memiliki potensi dalam berperan besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya melihatnya sebagai arus baru ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Indonesia sebagai kiblat produk halal dunia masih belum berperan maksimal, khususnya pada produk makanan, kosmetik dan obat-obatan.

Menurutnya, untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia diperlukan kerja sama antara pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum.

“Perlu dilakukan identifikasi bersama terhadap berbagai tantangan dan peluang yang perlu dijadikan pertumbangan dalam menyusun strategi peningkatan produk halal,” tuturnya.

Untuk itu, dia mengajak seluruh pihak untuk ikut berpartisipasi mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga Indonesia bisa menjadi pusat produk halal dunia. (sh/cnnindonesia/kontan)

 

 

DISKUSI: