Deflasi 3 Kali Berturut-turut, BPS: Daya Beli Masyarakat Lemah

0
142

Sumber: wartaekonomi.co.id

LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi sebesar 0,05 persen pada September 2020. Dengan demikian, Indonesia telah mengalami tiga kali deflasi berturut-turut dari Juli-September.

Berdasarkan data BPS, deflasi pada bulan Juli tercatat sebesar 0,10 persen dan pada bulan Agustus tercatat sebesar 0,05 persen atau sama dengan deflasi yang terjadi pada bulan September.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, terjadinya deflasi selama kuartal III ini menunjukkan daya beli masyarakat Indonesia yang sangat rendah.

Baca: BI: Prediksi Agustus 2020 Deflasi 0,04 Persen

“Karena terjadi deflasi berturut-turut, artinya triwulan III daya beli masih sangat rendah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (1/10).

Daya beli masyarakat yang melemah juga terlihat dari inflasi inti yang hanya mencapai 1,89 persen pada September. Angka inflasi inti terus mengalami penurunan dan pada bulan ini merupakan yang terendah sejak 2004.

“Jadi yang diwaspadai adalah inflasi inti turun terus menurun sejak Maret. tadi inflasi intinya 1,86 persen itu rendah, menunjukkan daya beli kita masih sangat-sangat lemah,” kata dia.

Dia menerangkan, deflasi pada September disumbang oleh harga daging ayam ras dan telur ayam. Masing-masing ke dua komoditas tersebut menyumbang deflasi sebesar 0,04 persen.

“Terjadinya penurunan harga daging ayam ras dan juga telur ayam ras masing-masing menyumbang deflasi 0,04 persen,” ucapnya.

Komoditas lain yang ikut memberi andil deflasi adalah bawang merah sebesar 0,02 persen, dan beberapa jenis sayuran seperti tomat dan cabai rawit. Masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen. (sh/medcom/detik)

 

DISKUSI: