Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Posisi Rp 14.735 per Dolar AS

0
140

Sumber: jpnn.com

LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (18/9) ditutup menguat ke posisi Rp 14.735 per dolar AS. Rupiah menguat 98 poin atau 0,66 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sementara menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah menguat 110 poin dari posisi Rp 14.878 per dolar AS menjadi Rp 14.768 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah dipicu oleh keraguan pasar terhadap pemulihan ekonomi AS. Data klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS masih di kisaran 860 ribu klaim. Hal ini menunjukkan pengangguran masih tinggi.

Baca: Rupiah Tertekan di Posisi Rp 14.800 per Dolar AS

Kemudian, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di angka 4 persen.

“Selain kedua sentimen tersebut, penguatan indeks saham Asia hari ini juga memberi sentitmen positif ke nilai tukar regional termasuk rupiah,” kata dia.

Sementara itu, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan, menguatnya rupiah seiring rencana amandemen Undang-Unadang (UU) Bank Indonesia (BI). Pasar merespon positif terhadap rencana tersebut dan membuat rupiah menguat.

“Pasar terus mengamati dan mencermati draf perombakan Undang-Undang Bank Indonesia yang sedang digodok oleh tim Banggar DPR yang terus mewarnai sentimen positif  terhadap pasar domestik,” tuturnya.

Dia memprediksi rupia pada perdagangan minggu depan akan kembali menguat antara 10 sampai 50 poin di posisi Rp 14.700 per dolar AS hingga Rp 14.780 per dolar AS. (sh/medcom/antaranews)

 

DISKUSI: