Deflasi Lagi, BPS: Ini Pertanda Daya Beli Lemah

0
137

Sumber Foto: republika.co.id

LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi selama dua bulan berturut-turut, yakni 0,10 persen pada Juli 2020 dan 0,05 persen pada Agustus 2020. Situasi ini terakhir kali terjadi pada Maret-April 2011.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, deflasi selama dua bulan beruntun ini menunjukkan adanya pelemahan daya beli masyarakat.

“Di sisi lain, daya beli nampaknya masih butuh waktu untuk kembali ke posisi normal,” kata Suhariyanto, Selasa (1/9).

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah menghantam semua lapisan masyarakat sehingga menurunkan daya beli.  Tren penurunan daya beli ini hampir terjadi di seluruh negara. Tanda-tandanya adalah menurunnya laju inflasi bahkan mengarah ke deflasi.

Read: BI Prediksi Agustus 2020 Deflasi 0,04 Persen

“Daya beli masyarakat belum pulih karena pandemi Covid-19. Tapi kita tentunnya berharap ke depan akan cepat kembali karena pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan yang tertuang di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujarnya.

Berdasarkan data BPS, komoditas penyumbang deflasi di antaranya adalah daging ayam ras sebesar -009 persen, bawang merah sebesar -0,07 persen, tomat sebesar -0,02 persen, dan telur ayam ras serta beberapa jenis buah seperti jeruk, dan pisang masing-masing -0,01 persen.

“Catatan deflasi 0,05 persen karena sisi suplainya lumayan bagus karena itulah harga barang-barang dalam volatile price terjadi penurunan,” ucapnya. (sh/detik/cnbcindonesia/cnnindonesia)

 

DISKUSI: