[Video]: Perwira Militer Kulit Hitam Ditodong dan Disemprot Merica oleh Polisi Kulit Putih AS

0
677

Virginia, LiputanIslam.com –   Amerika Serikat (AS) kembali dihebohkan oleh rekaman video perlakuan buruk dan diskrimatif orang kulit putih terhadap orang kulit hitam. Parahnya, dalam peristiwa berbau  rasial kali ini korbannya adalah seorang tentara berpangkat letnan bernama Caron Nazario.

Dalam video itu terlihat Nazario yang berdarah Afrika-Latin diperlakukan secara kasar dan sewenang-wenang dengan disuruh keluar dari mobil di bawah todongan senjata oleh dua polisi kulit putih, meski dia saat itu mengenakan seragam militer. Tak hanya itu, wajah Nazario juga disemprot dengan cairan merica.

Dilaporkan bahwa dalam peristiwa itu Nazario berulangkali menanyakan apa kesalahannya sehingga dia dihentikan dan diperintah keluar dari mobil sembari ditodong senjata api oleh dua polisi setempat.

Belum pasti mengapa Nazario mendapat perlakuan sedemikian kasar meski dia seorang perwira militer. Pihak kepolisian setempatnya menuduhnya tak kooperatif dan “menghindari polisi” ketika dihentikan gegara mobil yang baru dibelinya tidak memiliki nomor polisi permanen. Namun, pengacara Jonathan Arthur mengatakan Nazario tidak berusaha mengelak dari petugas melainkan mencoba berhenti di area yang cukup terang.

Dilaporkan bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 5 Desember 2020 ketika Nazario sedang dalam perjalanan pulang, namun videonya baru beredar sejak akhir pekan lalu. Kejadian itu terekam kamera yang terpasang pada tubuh polisi serta ponsel Nazario.

Video itu beredar setelah Nazario mengajukan gugatan hukum dan meminta ganti rugi US$ 1 juta (Rp 14,6 miliar).

Gubernur Virginia Ralph Northam mengaku “terganggu dan marah” serta berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden di mana seorang letnan tentara diancam, dirobohkan dan disemprot merica oleh dua petugas polisi selama perhentian lalu lintas.

Atas beredarnya video tersebut AS kini terancam kembali dilanda gelombang unjuk rasa protes dan tuntutan keadilan untuk masyarakat kulit hitam. (mm/aljazeera/theguardian)

DISKUSI: