Sanaa, LiputanIslam.com – Militer Yaman kubu Ansarullah memublikasi rekaman video serangan pesawat nirawaknya beberapa hari lalu terhadap di kota Tel Aviv di bagian tengah wilayah pendudukan Palestina.
Video itu yang dirilis pada hari Selasa (23/7) memperlihatkan detik-detik “drone Yafa diluncurkan dan menyerang sasaran di Tel Aviv.”
Angkatan Bersenjata Yaman menyertai video itu dengan keterangan bahwa drone Yafa “berkemampuan melakukan banyak misi, memiliki sistem yang bersembunyi dari radar dan pertahanan udara, dan membawa hulu ledak dengan daya ledak tinggi.”
Pada hari Jumat pekan lalu, pasukan Yaman tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang menyasar Tel Aviv dan mengakibatkan kematian seorang warga Israel dan melukai 10 orang lainnya.
Menanggapi serangan tersebut, Israel melancarkan serangan udara dengan sasaran pelabuhan, komplek tangki bahan bakar dan stasiun pembangkit listrik utama di provinsi Hodeidah di bagian barat Yaman. Serangan ini menyebabkan kebakaran besar di komplek tangki bahan bakar, menggugurkan sembilan orang , dan melukai 83 orang.
مشاهد استهداف موقع هام في يافا المحتلة بطائرة نوع يافا مع مشاهد افتتاح المعرض#يافا_غير_امنة#مرحلة_التصعيد_الخامسة pic.twitter.com/0Bka7b9HoS
— نصر الدين عامر | Nasruddin Amer (@Nasr_Amer1) July 23, 2024
Angkatan Bersenjata Yaman bersumpah akan membalas serangan udara Israel tersebut secepatnya, dan akan membuat kejutan baru dalam operasi militer melawan Israel dan para pendukungnya.
Dalam solidaritas dengan Jalur Gaza, yang diperangi habis-habisan oleh Israel dengan dukungan AS sejak 7 Oktober 2023, Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah menyerang kapal-kapal kargo Israel serta kapal-kapal yang terkait dengannya di Laut Merah, serta menembakkan rudal dan drone ke wilayah pendudukan Palestina.
Di pihak lain, koalisi pimpinan AS sejak awal tahun ini telah melancarkan serangan di berbagai wilayah di Yaman, yang kemudian juga dibalas oleh pasukan Yaman dari waktu ke waktu.
Sejak Washington dan London melakukan intervensi dan ketegangan meningkat pada bulan Januari, militer Yaman mengumumkan pihaknya menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target militernya.
Utusan PBB untuk Yaman mengatakan bahwa perkembangan terkini di Laut Merah, Israel dan di dalam negeri Yaman“menunjukkan bahaya nyata dari eskalasi yang menghancurkan di seluruh wilayah”.
Dalam pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Yaman pada hari Selasa, Hans Grundberg memperingatkan bahaya eskalasi menyusul serangan baru pasukan Yaman terhadap kapal komersial dan serangan udara Israel pertama di Yaman.
“Saya tetap sangat prihatin dengan berlanjutnya penargetan navigasi internasional di Laut Merah dan perairan sekitarnya. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa ancaman terhadap pelayaran internasional semakin meningkat cakupan dan presisinya,” kata Grundberg.
Grundberg menyebutkan bahwa serangan Yaman terhadap Israel dan serangan Israel terhadap pelabuhan Hodeidah di Yaman serta fasilitas minyak dan listriknya mencerminkan “tingkat kekerasan yang baru dan berbahaya”.
Dia juga mengatakan, “Sangat mengkhawatirkan bahwa tidak ada tanda-tanda deeskalasi, apalagi solusi.”(mm/raialyoum/aljazeera)