[Video:] Pasukan Iran Mengamuk, 70-an Rudal dan Drone Kamikaze Dihujankan ke Kurdistan Irak

0
520

Teheran, LiputanIslam.com   Pasukan darat  Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengamuk dan menghujankan sebanyak 70-an rudal balistik dan drone kamikaze ke wilayah Kurdistan Irak, Rabu (28/9).

Dilaporkan bahwa serangan itu merupakan gelombang terbaru amuk pasukan itu terhadap kelompok-kelompok kontra Iran yang bermarkas di wilayah Kurdistan Irak.

Humas Pasukan Darat IRGC dalam sebuah statemennya menyebutkan adanya gelombang baru serangan “yang mencakup peluncuran rudal-ruda yang menyasar kawasan-kawasan tertentu secara akurat serta penggunaan drone tempur dan penghancur”.

Statemen itu menjelaskan, “IRGC pada pagi hari ini (Rabu) memulai gelombang baru operasi para pejuang Islam terhadap posisi-posisi kelompok-kelompok teroris yang menjadi sumber ancaman bagi keamanan warga Iran, dengan menggunakan rudal dan drone dan menimpakan pada mereka gempuran mematikan, yang dampaknya akan diumumkan pada kesempatan selanjutnya.”

Komandan Pasukan Darat IRGC Brigjen Mohammad Pakpour menyatakan pihaknya sejauh ini telah menggempur basis-basis  “teroris” dengan tak kurang dari 73 rudal balistik dan drone kamikaze untuk “menghancurkan secara total” target-target yang ditentukan.

Menurutnya, target-target itu tersebar di 42 titik dan beberapa di antaranya berjarak 400 km satu satu sama lain.

Sejak Sabtu lalu, pasukan darat IRGC telah meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah Kurdistan Irak, dengan sasaran antara lain Partai Komala yang berbasis di wilayah yang berbatasan dengan Iran tersebut.

Sembari mendesak pihak semi-otonom Kurdistan Irak untuk membongkar pangkalan kelompok teroris penghasut, Jenderal Pakpour bersumpah bahwa operasi demikian akan berlanjut sampai kelompok-kelompok yang berbasis di wilayah Irak utara “benar-benar terlucuti.”

Setelah melancarkan serangan pada hari Sabtu, IRGC menyatakan bahwa kelompok-kelompok teroris itu menyelundupkan senjata ke Iran di tengah kerusuhan pasca kematian wanita Iran Mahsa Amini, 22 tahun.

Dia menekankan bahwa serangan itu dilakukan setelah “kedatangan tim teroris dan sejumlah besar senjata” di timur laut Iran untuk “membuat kerusuhan”.

Militer Iran manyatakan IRGC bertindak tegas setelah pejabat Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) gagal mengambil tindakan yang memadai dan mengabaikan banyak peringatan terhadap pengerahan dan aktivitas “pasukan bayaran dan teroris” yang memusuhi Iran.

Operasi itu dilakukan setelah masuknya secara ilegal tim bersenjata yang terkait dengan kelompok teroris Kurdi ke kota-kota perbatasan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Dilaporkan bahwa teroris yang tinggal di Irak utara sebagian besar terlibat dalam kerusuhan dan kekerasan yang terjadi belakangan ini di Iran demi menyokong kelompok perusuh yang didukung asing.

Teheran dalam banyak kesempatan memperingatkan wilayah Kurdistan Irak bahwa kehadiran dan aktivitas kelompok teroris di dekat perbatasan baratnya tidak akan ditoleransi, dan bahwa pasukan Iran akan memberikan reaksi mematikan jika daerah tersebut menjadi pusat teroris kontra revolusi Islam Iran.

Sementara itu, Jubir Kemlu Irak Ahmad Al-Sahhaf menyatakan akan segera memanggil Dubes Iran di Baghdad untuk menyampaikan “nota protes bernada keras atas pemboman pasukan Iran di Irak utara”. (mm/alalam/presstv/irna)

DISKUSI: