[Video:] Ngeri, Detik-Detik Gedung Besar Dilumat Banjir di Pakistan, Korban Tewas Hampir 1000 Orang

0
323

Islamabad, LiputanIslam.com    Pemerintah Pakistan mengumumkan situasi “darurat nasional” setelah bencana alam banjir menewaskan hampir 1.000 orang, melukai 1343 orang, dan menyebabkan lebih dari 30 juta orang “terdampak parah” akibat hujan monsun yang terus melanda negara ini.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA),mencatat jumlah korban tewas sejak pertengahan Juni mencapai 937 orang, termasuk 343 anak-anak, dan sebagian besar wilayah barat daya provinsi Balochistan masih terendam.

Lebih dari separuh korban berasal dari Balochistan dan provinsi Sindh selatan dengan jumlah masing-masing 234 dan 306 orang, di tengah rekor hujan yang melanda setengah juta rumah di seluruh negeri.

Fida Hussain Shahani, seorang buruh dari sebuah desa terpencil di Sindh, berduka atas anaknya yang tersapu banjir.

“Kemarin, air banjir terus naik dan masuk ke rumah kami. Saat mencoba mencapai tempat yang tinggi, putra saya yang berusia 17 tahun tertinggal. Saya baru berhasil menemukan jenazahnya pagi ini,” kata Shahani dari Desa Shahani.

Pria berusia 42 tahun itu mengatakan keluarganya yang terdiri dari 12 orang belum mendapat bantuan apa pun dari pemerintah dan hanya relawan yang datang membantunya. Dia mengatakan besarnya hujan tahun ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Segalanya tidak terlalu buruk bahkan pada banjir tahun 2010. Kami tidak pernah harus meninggalkan desa kami, tetapi kali ini semuanya hancur, ”katanya.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif terpaksa menunda perjalanan resminya ke Inggris, dan beralih meminta bantuan arena dari negara-negara sahabat dan lembaga internasional atas bencana banjir terburuk dalam beberapa dekade.

“Hujan yang sedang berlangsung telah menyebabkan kehancuran di seluruh negeri. Kerugiannya, meski belum didokumentasikan, sebanding dengan banjir bandang tahun 2010,” cuit Sharif, mengacu pada banjir mematikan tahun 2010.

Pemerintah Pakistan mengerahkan tentara di semua provinsi negara itu untuk membantu administrasi sipil dalam operasi bantuan dan penyelamatan di daerah-daerah terdampak.

Lebih dari 100 distrik di empat provinsi telah dilanda banjir. Quetta, ibu kota Balochistan, terisolasi dari bagian lain negara itu karena banyak jalan raya dan jembatan tersapu banjir. (mm/aljazeera/alalam/tasnim)

DISKUSI: