Video: Narasi Palestina

0
4812

Jakarta, LiputanIslam.com – Proposal Perjanjian Abad Ini (Deal of The Century) yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump telah membuat marah banyak pihak. Pasalnya, proposal tersebut mengabaikan berbagai perilaku jahat Zionis Israel terhadap Palestina.

Sebuah video dibuat oleh ICMES (Indonesia Center for Middle East Studies), memaparkan sejarah singkat kawasan Palestina, sejak masih berada di bawah pemerintahan Ottoman, yang dilanjutkan dengan peristiwa deklarasi negara Israel, Perang Arab-Israel 1967, intifadah, Perjanjian Oslo, dan lain sebagainya. Diuraikan juga kejahatan Israel di kawasan Tepi Barat.

Berikut ini adalah ringkasan sejarah Palestina sebagaimana yang diperlihatkan oleh video tersebut.

  1. Dalam sejarah modern, Palestina awalnya di bawah kekuasaan Ottoman: 75% penduduknya Muslim, 20% Kristen, 5% Yahudi.
  2. Tahun 1923, pasca Perang Dunia I, kawasan itu diduduki oleh Inggris.
  3. Tahun 1947, PBB merilis Resolusi nomor 181, membagi dua wilayah ini sebagian untuk negara khusus Yahudi, sebagian untuk warga Arab Palestina.
  4. Tanggal 14 Mei 1948, Inggris angkat kaki dari Palestina. Di hari yang sama kaum Yahudi mendeklarasikan berdirinya Israel.
  5. Mesir, Suriah, Yordania, dan Irak lalu mengirim pasukan ke Palestina untuk melawan Israel, tapi mereka gagal, karena Israel didukung kekuatan besar dunia, yaitu AS, Inggris, dan Soviet
  6. Tahun 1949 dilakukan gencatan senjata, ditetapkan Garis Hijau sebagai pemisahan wilayah antara Israel dengan kawasan Arab Palestina. Sebagiannya diduduki oleh Yordania dan diberi nama Tepi Barat, dan sebagiannya adalah kawasan Gaza yang diduduki Mesir.
  7. 5 Juni 1967, militer Israel yang disuplai dana dan senjata oleh AS, Inggris, dan Perancis, menyerang Mesir, Suriah, dan Jordania. Perang berlangsung 6 hari. Negara Arab kalah telak. Sinai milik Mesir, Golan milik Suriah, Gaza, dan Tepi Barat seluruhnya jatuh ke tangan Israel.
  8. Setelah Perang 1967, Israel melakukan berbagai upaya untuk mengusir warga Arab di Tepi Barat agar seluruhnya dikuasai oleh Yahudi, dengan alasan bahwa seluruh tanah Palestina adalah kawasan yang dijanjikan Tuhan untuk mereka. Semakin hari semakin banyak orang Yahudi-Israel yang tinggal di Tepi Barat.
  9. Konvensi Jenewa dan berbagai resolusi PBB sebenarnya melarang tentara Israel melakukan kekerasan dan mendirikan permukiman di kawasan yang didudukinya. PBB memandang status hukum Israel atas Tepi Barat adalah sebagai tentara pendudukan atau penjajah. Tapi karena dunia hanya sebatas mengecam, orang-orang Israel terus membangun permukiman di sana.
  10. Jumlah orang Yahudi di Tepi Barat semakin meningkat. Israel memberikan berbagai fasilitas kesejahteraan dan keamanan kepada para pemukim ilegal Yahudi itu. Mereka membangun jalan yang menghubungkan permukiman dengan wilayah Israel. Di saat yang sama, mereka menghalangi akses lalu-lalang warga asli, serta merampas kebun dan tanah warga asli.
  11. Orang-orang Palestina hidup dalam keadaan miskin dan setiap saat terancam diusir. Mereka pun melakukan aksi-aksi protes. Senjata mereka hanyalah batu yang dilemparkan ke arah tank-tank Israel.
  12. Karena situasi semakin tidak aman buat Yahudi, AS pun mengupayakan negosiasi antara Israel dengan Palestina. Tahun 1990, Perjanjian Oslo ditandatangani oleh Yitzak Rabin dan Yaser Arafat, dimediasi Presiden Clinton. Isinya: (1) Arafat mengakui negara Israel, (2) Israel setuju dibentuk Pemerintahan Otoritas Palestina dipimpin Arafat, dan (3) Tepi Barat dibagi menjadi tiga wilayah.
  13. Pembagian wilayah menurut perjanjian Oslo: Wilayah A, seluas 18%, diberikan kepada Palestina secara penuh, baik pemerintahan maupun militer. Wilayah B, seluas 22%. Di sini, secara administrasi, wilayah itu dikelola otoritas Palestina, tapi secara militer dikontrol oleh Israel. Sedangkan wilayah C, seluas 60% dari seluruh Tepi Barat, sepenuhnya dikuasai Israel. Di sinilah permukiman-permukiman ilegal Yahudi itu berada. Ini adalah wilayah paling subur di Tepi Barat.
  14. Di wilayah C, Israel bebas lalu-lalang dari permukiman lewat jalan-jalan khusus untuk orang Yahudi. Jalan tol dibangun langsung menuju kawasan Israel. Sementara orang Arab sangat dipersulit untuk bepergian.
  15. PBB mendukung upaya “two states solution”, yaitu membantu Palestina mendirikan negara sendiri di Tepi Barat dan Gaza. Tetapi, dengan semakin banyaknya orang Israel yang menduduki Tepi Barat, solusi ini semakin sulit direalisasikan.

Silakan menyimak videonya berikut ini:

DISKUSI: