Beirut, LiputanIslam.com – Jenazah pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah pada hari Ahad (29/9) dilaporkan telah dievakuasidari ruang bawah tanah dan di antara puing-puing bangunan besar yang runtuh dan nyaris rata dengan tanah akibat serangan udara Rezim Zionis Israel di kawasan Hara Hreik, Dahieh, Beirut, ibu kota Lebanon.
Disebutkan bahwa jenazah Syahid Nasrallah ditemukan dalam kondisi utuh dan hasil utopsi awal menunjukkan bahwa tubuhnya tidak terluka dan tidak terkena benturan secara langsung, sehingga diduga bahwa dia gugur lantaran tekanan atau gelombang kejut yang diakibatkan oleh kuatnya ledakan bom.
Beberapa sumber Lebanon mengatakan bahwa jenazah Syahid Nasrallah telah dievakuasi ke sebuah rumah sakit di Beirut. Beberapa video beredar dan sekilas memperlihatkan pengangkatan jenazah Syahid Nasrallah dari ruang bawah tanah.
Sebuah sumber, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa “jenazah Nasrallah ditemukan pada hari Sabtu, dan dimandikan serta dikafani pada hari Ahad.” Dia menambahkan bahwa “tanggal pemakaman dan penguburannya belum ditentukan.”
لحظة انتشال جثمان الأمين العام لحزب الله الشهيد حسن نصر الله من موقع القصف في حارة حريك بالضاحية الجنوبية. pic.twitter.com/cYHIcqFbnQ
— Ranouch🇹🇳🇵🇸 (@HcinirandaC) September 29, 2024
Pada hari Sabtu, Hizbullah mengkonfirmasi gugur Syahid Nasrallah, dan menyatakan bahwa mereka “bergabung… dengan para sahabatnya, para syuhada besar dan abadi….”
Hizbullah juga mengumumkan gugurnya Ali Karaki, yang “bertanggung jawab langsung dan di lapangan atas komando Front Selatan” dalam serangan yang menggugurkan Syahid Nasrallah.
Kantor berita Iran IRNA mengonfirmasi bahwa seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Abbas Nilforoushan, juga gugur dalam serangan itu.
Hizbullah tidak mengumumkan nama-nama orang lain yang gugur bersama Nasrallah di Haret Hreik, namun militer Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa “lebih dari 20 teroris lainnya dari berbagai tingkatan telah dilenyapkan, dan mereka mengatur operasi teroris Hizbullah melawan Israel.”
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan enam orang gugur.
Sejak Senin, wilayah di Lebanon selatan dan timur, hingga pinggiran selatan Beirut, telah menjadi sasaran pemboman intensif Israel, yang menyebabkan ratusan orang gugur dan memaksa banyak orang mengungsi dan meninggalkan rumah mereka.
Sementara itu, laporan lain menyebutkan bahwa tokoh dan ulama Hizbullah lain bernama Syeikh Nabil Kaouk gugur syahid akibat serangan udara Israel di kawasan Chyah.
Hizbullah menyebutkan bahwa banyak tanggung jawab diembah oleh Syahid Nabil Kaouk di berbagai unit Hizbullah dan dia adalah sosok yang memiliki kelayakan sebagai ulama pendakwah, mujahid besar, dan selalu hadir di arena jihad, dekat dengan mujahidin di garis depan, dan menghabiskan kehidupan terhormatnya di gelanggang jihad dan pengorbanan. (mm/raialyoum/alalam)