Beirut, LiputanIslam.com – Pasukan Hizbullah pada hari Jumat (14/6) memublikasi rekaman video operasi militer terbarunya, yang menggunakan puluhan roket Katyusha dan Falaq dengan sasaran pemukiman Zionis Kiryat Shmona, Kfarsold dan Margaliot serta situs-situs militer Miskav Am dan Ramtha, dan pemukiman Al-Manara di di wilayah utara Palestina pendudukan dan di sekitar perbatasan Lebanon-Palestina.
Serangan itu dilancarkan demi membela rakyat tertindas Palestina di Jalur Gaza, mendukung perlawanan para pejuang Gaza, dan sebagai tanggapan atas serangan berulang Israel terhadap desa-desa dan kota-kota di Lebanon.
Setelah memantau tentara pasukan Israel serta kru yang meluncurkan helikopter di lokasi Metulla, pasukan Hizbullah menyerang mereka dengan peluru artileri, dan memastikan serangan itu menjatuhkan korban tewas dan luka di pihak Israel.
Hizbullah juga melepaskan peluru kendali yang dipastikan tepat mengena target berupa barak Ramim serta tempat pertemuan tentara pendudukan Israel di Khallet Wardah, dan melancarkan serangan artileri ke tempat pertemuan tentara pendudukan Israel di Hutan Karantina.
#الإعلام_الحربي في #المقاومة_الإسلامية ينشر مشاهد من عملية استهداف مستوطنات "كريات شمونة" و"كفرسولد" و"مرغليوت" شمال فلسطين المحتلة بعشرات صواريخ الكاتيوشا والفلق.#لبنان #الميادين_لبنان pic.twitter.com/LXVJzzML1c
— الميادين لبنان (@mayadeenlebanon) June 14, 2024
Hizbullah juga menyerang sistem teknis di situs Metulla dengan drone hingga menyebabkan kehancuran dan kebakaran di tempat tersebut sejak pagi hari.
Hizbullah menggunakan roket Katyusha dalam serangan ke gedung-gedung yang digunakan oleh tentara pendudukan Israel di daerah Margaliot .
Hizbullah juga menggempur lokasi penempatan tentara pendudukan Israel di sekitar hutan Baram dan di sekitar Ramtha di perbukitan Kafr Shuba, Lebanon, dengan senjata rudal, serta menghancurkan peralatan mata-mata di lokasi Jal al-Deir dan Miskav dengan “senjata yang sesuai”.
Sementara itu, media Israel di hari yang sama menyebutkan bahwa tentara Israel telah kehabisan tenaga, dan memperingatkan bahwa mereka harus berpikir dua kali sebelum berperang melawan Hizbullah.
Seorang presenter di Channel 12 Israel berkata: “Kita belajar dari perang di Gaza bahwa dibutuhkan banyak waktu untuk mencapai kemenangan, dan tidak ada kemenangan yang cepat di sini.”
Dia menambahkan: “Jika mereka (tentara Israel) berpikir untuk berperang di utara, lebih baik mereka mengajukan pertanyaan: Jika kita akan berperang, apakah kita dapat menuntaskannya? Berapa banyak waktu yang kita perlukan untuk penuntasan ini dan seberapa besar biayanya?”
Dia menambahkan bahwa militer Israel, yang bergantung pada suplai senjata AS, harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk memperluas perang.
Dana Weiss, seorang komentator urusan politik di saluran yang sama, mengatakan, “Gambar-gambar yang kita lihat minggu ini di utara sangat mengkhawatirkan kita di sini, dan juga mengkhawatirkan Gedung Putih, karena hal terakhir yang ingin mereka lihat adalah pecahnya perang menyeluruh di utara.”
Weiss juga menyebutkan bahwa jika front meletus di utara maka kemungkinan besar Iran kali ini tidak akan tinggal diam, melainkan akan aktif, dan hal ini akan sepenuhnya mengubah wajah pertempuran, dan karena utusan AS Amos Hochstein akan datang ke Israel pada hari Senin. (mm/almayadeen)