Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon merilis rekaman video yang dihimpun dari pesawat niwarak (drone) pengintainya di lokasi-lokasi strategis di bagian utara wilayah Palestina pendudukan tahun 1948, termasuk pelabuhan laut dan udara di kota Haifa.
Hizbullah pada hari Selasa (18/6) memublikasi rekaman berdurasi 9 menit 31 detik dan menyarankan pemirsa di beberapa saluran untuk “menonton dan menganalisis adegan-adegan penting”, termasuk pesan bahwa drone bernama Hodhod itu berhasil dipulangkan ke Lebanon.
Keputusan untuk menyiarkan rekaman tersebut, termasuk gambar pemukiman dan situs militer di dalam dan sekitar Haifa, dan fasilitas pelabuhan, tampaknya ditujukan untuk penonton Israel.
Rekaman tersebut menandakan semakin besarnya kesulitan yang dihadapi militer Israel dalam menghadapi kemampuan drone Hizbullah.
Hingga berita ini disusun, belum ada reaksi dari otoritas politik atau militer Israel terhadap rekaman drone Hizbullah di Haifa, namun peristiwa ini pasti akan dipandang sebagai kegagalan yang memalukan bagi sistem rudal udara Israel.
#شاهد الفيديو كاملاً…9 دقائق ونصف من الأراضي الفلسطينية المحتلة يعرضها #حزب_الله تحت عنوان: هذا ما رجع به الهدهد✌#الميادين #الإعلام_الحربي pic.twitter.com/Ptsc68ObHw
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) June 18, 2024
Perkembangan ini terjadi ketika Hizbullah pada hari yang sama mengumumkan pihaknya telah melakukan serangan udara skala besar terhadap situs militer di wilayah yang diduduki Israel.
Kelompok resistensi Lebanon itu dalam sebuah pernyataannya mengaku telah melancarkan serangan udara dengan satu skuadron pesawat nirawak terhadap posisi artileri milik Batalyon 411 militer Israel di pemukiman Neve Ziv.
Hizbullah menambahkan bahwa pihaknya menyerang kerumunan pasukan Israel dan tepat mengena sasaran yang ditentukan hingga menjatuhkan korban jiwa di daerah tersebut.
Hizbullah lebih lanjut mengatakan serangan drone itu sebagai pembalasan atas serangan drone Israel yang menggugurkan komandan lapangan Hizbullah Muhammad Mustafa Ayoub dalam di pinggiran desa Selaa di distrik Tyre.
Sebelumnya pada hari Selasa, Hizbullah menyerang tank Merkava di situs Hadab Yarin milik tentara Israel dengan drone tempur.
Hizbullah hampir setiap hari melakukan serangan roket terhadap posisi Israel sebagai pembalasan atas agresi rezim terhadap Lebanon dan sebagai solidaritas terhadap Palestina.
Perang genosida di Gaza sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 37.370 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Setidaknya 455 orang juga terbunuh di perbatasan Lebanon, termasuk lebih dari 80 warga sipil, menurut penghitungan AFP. (mm/presstv)