[Video] Detik-Detik Brigjen Yahya Saree Menyusup ke Wilayah Arab Saudi

0
1252

Sanaa, LiputanIslam.com –   Tentara Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) membuat kejutan dengan aksi nekat jubir militer Yaman, Brigjen Yahya Saree,  mendatangi posisi pasukannya di wilayah Jizan, Arab Saudi. Bersamaan dengan ini, pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik Al-Houthi menyampaikan pidato yang menegaskan bahwa Israel pasti akan musnah.

Dalam video yang beredar sejak Ahad (23/5) terlihat Yahya Saree berada di tempat terbuka di perbukitan dan menyapa pasukan Yaman yang berjaga-jaga di sana. Di situ dia menyampaikan pernyataan sembari menyebutkan bahwa wilayah di sekitarnya itu adalah wilayah Arab Saudi.

“Kami sekarang berada di kedalaman wilayah Saudi, dan semua area yang kini sekarang ada di sebelah kanan kami ini adalah wilayah Saudi, dan semua daerah pegunungan ini dikuasai oleh para ksatria Lijan Shaabiya. Semua ini berkat anugerah Allah,” ujar Saree dalam video tersebut.

“Kami hari ini mengadakan kunjungan ied ke tentara dan para pejuang Lijan Shaabiya yang berjaga-jaga di sini, pada 4 Syawal 1442 H. Dengan izin Allah, tahun ini akan menjadi tahun kemenangan, baik di front perbatasan maupun di front-front lain. Semua ini berkat pertolongan Allah dan kesolidan saudara-saudara mujahidin yang berjaga-jaga di tempat-tempat ini,” lanjutnya.

Sembari menunjuk ke arah suatu kota kecil, Saree mengatakan, “Sekarang Anda dapat melihat kota Al Khubah, yang sekarang ada di hadapan kami dari arah ini dan terlihat sepenuhnya di depan kami dan di dalam gambar. Kami sekarang memantaunya di garis kontak depan dan garis konfrontasi langsung dengan musuh. Semua ini berkat anugerah Allah SWT, dan tiada kemenangan kecuali dari Allah.”

Bersamaan dengan ini, pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik Al-Houthi menyampaikan pidato panas mengenai Rezim Zionis Israel dan negara-negara pendukungnya.

Dia menegaskan, “Israel mendapat dukungan nyata dari Inggris serta dukungan dari podium-podium media beberapa negara (Arab) yang telah menormalisasi hubungan dengannya dan berkhianat kepada umatnya. Meski demikian, mereka gagal karena satu di antara tiga kepastian yang telah kami bicarakan pada Hari Quds Sedunia ialah keruntuhan , keberakhiran dan kekalahan entitas musuh, (Israel), ini. Kepastian itu antara lain ialah kerugian mereka yang berpihak kepada Israel sebelum maupun setelah kekalahannya.”

Dia menambahkan, “Karena itu, kami memastikan untuk terus melanjutkan semua upaya mendukung resistensi.” (mm/alalam)

DISKUSI: