[Video:] Demo Akbar Banjiri Kota-Kota Yaman, Bendera AS dan Israel Jadi Sasaran Amuk Massa

0
461

Sanaa, LiputanIslam.com –  Unjuk rasa akbar membanjiri berbagai kota dan daerah di Yaman dengan mengangkat slogan “AS di Balik Eskalasi Militer dan Ekonomi serta Kontinyuitas Agresi dan Blokade terhadap Yaman”, Senin (22/11).

Lautan massa mewarnai jalanan Sanaa, ibu kota Yaman, serta kota-kota lain di provinsi-provinsi Taiz, Hijjah, Amran, Al-Baida, Raima, Ibb dan Sa’dah, untuk menandai kutukan mereka terhadap peran Amerika Serikat (AS) di balik meningkatnya tekanan dan serangan terhadap Yaman.

Di Sanaa, unjuk rasa itu menghasilkan deklarasi yang menegaskan beberapa pernyataan sebagai berikut;

“Ketundukan negara-negara agresor (Arab Saudi dan Uni Emirat Arab) kepada pemerintah AS dan kepasrahan mereka kepada keinginan-keinginan agresif akan sangat memberatkan mereka, dan akibatnya akan fatal bagi mereka.

“Tindakan negara-negara agresor mengandalkan dukungan terbuka AS adalah tindakan yang gagal. Tak ada capaian apapun yang terwujud untuk mereka selama tujuh tahun agresi sehingga tak akan pernah terwujud pula capaian apapun dalam eskalasi terbaru.

“Berlanjutnya blokade dan agresi tak akan pernah mendatangkan apapun bagi para agresor kecuali kerugian yang lebih besar…  Bangsa kami, Yaman, dalam tawakkalnya kepada Allah dan pertolongan-Nya, tak akan goyah dalam haknya membela diri, dan mereka akan terus menjalani perjuangan pembebasan nasional sampai para agresor enyah dari setiap jengkal tanah yang diduduki.”

Dalam video yang ditayang saluran Al-Masirah milik Ansarullah terlihat massa pengunjuk rasa meluapkan amarah mereka dengan mencabik-cabik dan membakar bendera AS dan Israel.

Sementara itu, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman Mohammad Ali Al-Houthi dalam orasinya di depan massa pengungjuk rasa di Sanaa, menyebut AS sebagai “setan dan musuh yang akan tetap menjadi musuh bagi kita… AS adalah musuh kita dan musuh Palestina, AS-lah yang menyerang negara kita, dan nasib para agresor bayaran akan masuk tong sampah sejarah.”

Dia memastikan bahwa semua peluru, mortir, bom dan rudal yang digunakan oleh pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi terhadap Yaman adalah buatan AS, dan tak ada yang dapat membantah keterlibatan AS dalam invasi militer dan blokade terhadap Yaman.

Kementerian Pertahanan Yaman di Sanaa memastikan akan mendokumentasikan peran AS dalam agresi terhadap Yaman.

Kementerian ini menyinggung pengakuan-pengakuan para pejabat AS, termasuk anggota Kongres, yang mengkonfirmasi peran tersebut.

Sebelumnya, provinsi Hudaidah dilanda unjuk rasa akbar yang mengutuk eksekusi 10 tentara Yaman dan pasukan Ansarullah oleh pasukan koalisi.

Massa demonstran mengecam kebungkaman masyarakat internasional dan menegaskan bahwa kejahatan ini menyalahi piagam internasional. (mm/almayadeen/almasirah)

DISKUSI: