Gaza, LiputanIslam.com – Sejumlah warga Palestina gugur dan terluka, termasuk jurnalis, akibat pemboman Israel terhadap tenda-tenda di halaman Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Ahad (31/3).
Menurut pernyataan kantor media pemerintah di Jalur Gaza, serangan udara itu terjadi seiring dengan meningkatnya perang Israel terhadap sistem kesehatan di Gaza.
“Tentara pendudukan Israel melakukan pembantaian baru dengan membom beberapa tenda jurnalis dan pengungsi di halaman Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di provinsi tengah, ketika terjadi puncak pergerakan pasien, korban luka dan pengungsi. Hal ini yang meningkatkan jumlah syuhada martir dan korban luka,” ungkap kantor tersebut.
Kantor itu menegaskan, “Pemerintahan AS, rezim pendudukan Israel, dan komunitas internasional bertanggung jawab penuh atas kejahatan ini, karena mereka memberikan dukungan militer dan politik kepada rezim pendudukan, dan memberikan lampu hijau untuk melanjutkan perang genosida terhadap warga sipil, anak-anak, perempuan, dan para pengungsi.”
Kantor itu menambahkan, “Organisasi-organisasi internasional dan semua negara merdeka di dunia hendaknya memberikan tekanan pada rezim pendudukan agarmenghentikan perang agresif ini dan melindungi rumah sakit dari kejahatan pendudukan Israel.”
🚨Graphic footage: Israeli airstrikes targeted a tent housing a number of displaced people and caregivers of patients at Al-Aqsa Hospital. Israeli madness, brutality, and barbarism have surpassed imagination. pic.twitter.com/ZMBqLccM2T
— Ramy Abdu| رامي عبده (@RamAbdu) March 31, 2024
Saksi mata melaporkan bahwa dua orang gugur dan 15 luka-luka, termasuk tiga jurnalis, dalam pemboman Israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi di halaman RS Syuhada Al-Aqsa.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan pada hari Ahad bahwa jumlah korban tewas akibat perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober bertambah menjadi 32.782 jiwa dan 75.298 korban luka.
Kementerian itu juga menyebutkan bahwa Israel melakukan delapan pembantaian terhadap keluarga di Jalur Gaza, yang antara lain mengakibatkan 77 orang yang gugur syahid dan 108 orang terluka selama 24 jam terakhir, dan masih ada sejumlah korban di bawah reruntuhan dan di jalan, sementara ambulan serta kru pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.
Sementara itu, otoritas Gaza menyatakan lebih dari 400 warga Palestina gugur dalam serangan militer Israel terhadap RS al-Shifa di Gaza, yang hingga kini terkepung sejak sekira dua pekan lalu.
Kantor media Gaza mengumumkan bahwa pasukan Israel telah melakukan berbagai kejahatan selama serangan yang masih berlangsung terhadap RS al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Jalur Gaza, yang menampung ribuan pasien dan pengungsi. Tentara Zionis juga telah menyerang, menghancurkan dan membakar 1.050 rumah.
Pernyataan itu menambahkan bahwa korban jiwa termasuk pasien, pengungsi perang dan staf medis, dan ratusan lainnya telah ditangkap dan menjadi sasaran penyiksaan.
Kantor media Gaza mengecam diamnya komunitas internasional atas kekejaman tersebut, dan mengutuk keterlibatan pemerintah AS dan negara-negara tertentu di dunia dengan rezim Israel dalam kampanye militer berdarah.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan pasukan Israel telah membunuh 26 anggota timnya sejak dimulainya perang di Gaza.
Kelompok tersebut mengatakan sekitar 15 stafnya terbunuh “saat menjalankan tugas kemanusiaan mereka dan mengenakan lambang Bulan Sabit Merah yang dilindungi.”
Israel telah menargetkan rumah sakit di Jalur Gaza sejak awal perangnya di Gaza pada awal Oktober tahun lalu, dan mengklaim Hamas menggunakan rumah sakit tersebut sebagai pusat komando. Para petinggi Hamas telah beberapa kali menepis tuduhan tersebut. (mm/raialayoum/presstv)