Gaza, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengirimkan pesan kepada Hizbullah sembari memperlihatkan klip kompilasi video kendaraan lapis baja dan tank-tank Israel dan di kota Rafah Jalur Gaza selatan.
Video itu disiarkan oleh Al-Qassam di akun Telegramnya pada hari Senin (29/7) di tengah kekhawatiran internasional akan kemungkinan berubahnya eskalasi militer antara Israel dan Hizbullah menjadi perang regional yang komprehensif.
Al-Qassam memulai klip tersebut dengan petikan pernyataan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant kepada tentaranya pada awal Juli, yang mengancam Hizbullah Lebanondengan bersumbar bahwa “sebuah tank yang muncul dari Rafah dapat mencapai Sungai Litani di Libanon selatan. ”
Mengomentari pernyatan Galant itu, Al-Qassam berpesan kepada Hizbullah: “Ini adalah kendaraan lapis baja Gallant yang keluar dari Rafah, dan kami yakin Anda akan menuntaskan misi ini.”
"هذه مدرعات غالانت التي تخرج من #رفح، ونحن على يقين أنكم ستكملون المهمة"#بالفيديو.. رسالة من كتائب الشهيد عز الدين #القسام إلى المقاومة الإسلامية في لبنان👇#الميادين #الميادين_لبنان @mayadeenlebanon pic.twitter.com/89QhiUfIl3
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) July 29, 2024
Klip tersebut memperlihatkan berbagai adegan operasi penargetan dan pemboman kendaraan dan tank Israel di garis depan pertempuran di kota Rafah, tempat pasukan Zionis memulai operasi darat sejak 7 Mei dan sampai sekarang tak kunjung berhasil menuntaskannya akibat sengitnya perlawanan dari faksi-faksi pejuang Palestina.
Al-Qassam mengakhiri klip itu dengan memperdengarkan suara yang berbunyi “Kalian (Israel) tidak akan memiliki tank yang tersisa,” yaitu suara yang diucapkan sekitar dua minggu sebelumnya oleh Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, yang mengancam Israel jika berani melancarkan operasi darat di wilayah Libanon selatan.
Kekhawatiran akan pecah besar skala besar antara Hizbullah dan Israel meningkat drastis menyusul peristiwa serangan roket misterius yang menewaskan 12 warga Druze, termasuk anak-anak, di lapangan sepak bola di kota Majdal Shams di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan Suriah.
Israel menuduh Hizbullah berada di balik insiden serangan itu dan berjanji untuk membalas, sementara Hizbullah menepis keras tuduhan tersebut.
Terdapat dugaan bahwa serangan roket itu dilakukan oleh Israel sendiri untuk memfitnah Hizbullah, namun penduduk Druze tidak percaya kepada klaim-klaim Israel dan malah menganggap rezim Zionis sebagai penjahat perang. Kunjungan sejumlah pejabat tinggi Israel ke kota Majdl Shams, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pasca insiden tersebut mendapat aksi protes keras dari penduduk setempat. (mm/raialyoum)